Seorang pemuda fasik ada yang merasa bangga karena perbuatan fasiknya. Malahan perbuatab fasiknya itu ada yang dikemas dalam sebuah cerita yang mana sebelumnya sempat dirahasiakan.

Maka jadilah cerita-cerita murahan yang boleh dikonsumsi oleh setiap pembaca. Cerita-cerita itu menggambarkan peristiwa menjijikkan yang selanjutnya dikumpulkan dalam satu tema menjadi “Para Petualang Seks” lalu disusun oleh sang penulis. Kemudian hasil karangan itu dibaca oleh para pemuda dan pemudi. Dan kadang-kadang sang penulis malah dipuji oleh para sastrawan dan kritikus sastra.

Agaknya ada yang terlupakan oleh kita, bahwa membeberkan dosa, dalam sudut pandang islam, akan menambah dosa lainnya. Karena Rasulullah menganjurkan seseorang yang tengah diuji karena terlanjur berbuat maksiat, agar merahasiakan perbuatan maksiat tersebut, lalu memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosanya.

About these ads