Seperti termaktub dalam beberapa kitab klasik, shalat hajat memiliki banyak cara. Salah satunya adalah shalat hajat 12 rakaat. Penamaan shalat hajat 12 rakaat ini seperti yang diuraikan oleh Al-Munziri adalah dikarenakan jumlah rakaatnya, yaitu sebanyak 12 rakaat. Sumber rujukan keabsahannya adalah riwayat Imam Hakim dari Ibnu Mas’ud.

Beberapa ketentuan yang bisa disimpulkan tentang shalat hajat 12 rakaat ini adalah dapat dilaksanakan kapan saja asal bukan pada waktu-waktu haram. Dikerjakan dengan 2 rakaat 1 kali salam dan di satu waktukan. Sementara untuk bacaan surat setelah Al-Fatihah disesuaikan dengan kemampuan. Meski ada ulama yang merekomendasikan bacaan surat setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama adalah surat Al-Insyirah dan surat Al-Ikhlas pada rakaat keduanya.

Seorang ahli fikih kontemporer asal syuriah pernah menitipkan tips shalat hajat. Lakukanlah dengan 4 rakaat dan lebih utama sebagai bagian dari rangkaian shalat malam. Rasulullah bersabda “Sesungguhnya pada setiap malam ada waktu yang apabila seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya (HR. Muslim).

Pada rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca ayat Kursi sebanyak 3 kali. Kemudian pada masing-masing rakaat kedua, ketiga, keempat membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surat An-Nas masing-masing satu kali.

Setelah semua rangkaian shalat dikerjakan, kita dianjurkan untuk duduk menghadap kiblat, lalu membaca istighfar, puji-pujian kepada Allah dan membaca shalawat. Kemudian sujud sambil membaca Al-Fatihah sebanyak 7 kali dan dilanjutkan dengan membaca ayat kursi juga sebanyak 7 kali. Berikutnya membaca La ilaha illa Allah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa’ala kulli syay-in qadir sebanyak 10 kali.

Masih dalam keadaaan sujud kita juga membaca doa khas hajat, Allahumma inni as-aluka bimu’aaqadil ‘izzi min ‘arsyik wa muntahir rahmati min kitabika wa ismakal a’zhoomi wa jaddikal a’la wa kalimatikat tammati an tuqhdhiya ha jati … saat mengucap kalimat ini yang artinya “Semoga Engkau penuhi kebutuhanku”, maka sampaikan apa yang menjadi harapan dan kebutuhan kita.

About these ads