PD aja lagi! Begitu kira-kira semboyan sebuah iklan untuk mengajak remaja-remaja agar jangan malu-malu dalam bergaya dengan rambutnya, pokoknya mau berketombe atau nggak, PD aja lagi! Hehehe…

Tapi, kita jadi heran banget ya, ama remaja sekarang yang percaya dirinya terlalu tinggi. Kesannya kan jadi nggak punya malu gitu. Semua kontes-kontes diikuti, mulai dari kontes kecantikan, model, kontes nyanyi sampai kontes acting, selalu dibanjiri peminat. Masing-masing merasa dirinyalah yang paling berpotensi dan layak jadi juara.

Makanya pas kalah dalam kontes tersebut, terlihatlah jerit histeris berurai airmata seakan inilah akhir dari segalanya, lalu teman-temannya yang memang saat itu belum tersingkir dari kontes (biasanya hasil polling sms atau premium callnya lumayan) ikut solidaritas menangisi kepergian rekannya seolah-olah bersedih, padahal sih dia sebenarnya bersyukur enggak tersisih pada saat itu.

Lalu acara pelukan dan ciuman mewarnai haru biru temannya yang pergi, cap cip cup kesempatan. Masya Allah, padahal mereka kan bukan muhrim! Habis… kita merasa sudah seperti sodara, kilahnya.

Eh, kita kok jadi ngomongin kontes, gara-gara teman-teman kita yang ke-PD-annya tinggi. Kembali ke masalah PD, percaya diri yang terlalu tinggi dan tidak pada tempatnya malah akan mengakibatkan boomerang bagi dirinya sendiri dan ujung-ujungnya malah terjadi krisis percaya diri, ribet kan?

Banyak orang mengaitkan PD ini dengan BB, sehingga orang yang BB alias bau badan pasti kurang PD, memang sih salah satu penyebab kurangnya rasa percaya diri dalam pergaulan adalah karena kita mungkin memiliki masalah dengan bau badan atau bau mulut tapi menggunakan parfum yang berlebihan untuk menutupi bau badan pun bukan jalan keluar dari permasalahan ini.

Demikian juga halnya dengan sifat buruk kita, apabila sifat buruk kita hanya sekedar ditutupi dengan sikap yang palsu tapi tidak dicoba untuk memperbaikinya, maka yang timbul adalah kemunafikan dimana-mana. Orang hanya akan berbuat baik apabila ada yang menguntungkan dirinya.

Jadi kalau untuk menghilangkan bau badan adalah menghilangkan penyebab dari bau badan tersebut, bukan menutupinya dengan parfum. Demikian juga menghilangkan sifat buruk adalah perlu, jangan malah menutupinya saja, sehingga pada suatu saat tanpa kita sadari sifat itu akan muncul ke permukaan dengan sendirinya. Malu kan, kita selama ini mati-matian menjaga image kita agar dicap sebagai orang yang sabar dan baik hati, (karena itu bukan sifat asli kita) eh, tiba-tiba suatu hari kita tidak sanggup menutupi lagi sifat pemarah kita. Akhirnya kita mengamuk di depan umum, wah… hilang deh PD kita kalau pergi lagi ke tempat tersebut.

Percaya diri sudah seharusnya ada dalam diri setiap muslim. Kita memiliki agama yang sangat sempurna dengan aturan-aturan yang lengkap untuk mengatur setiap kehidupan kita. Masa kita masih saja merasa minder untuk menunjukkan keislaman kita?

Dalam surat An-Nur ayat 31 kita telah diperintahkan untuk menutupi rambut kita dengan jilbab, tapi karena kurang PD dan takut dianggap kampungan, kita melupakan ayat itu dan berdalih bahwa berjilbab itu hanya tradisi orang arab saja. Padahal sebagai seorang muslimah yang mengaku beriman dan bertakwa kepada Allah, apabila diperintahkan untuk melakukan sesuatu oleh Allah, sudah seharusnya kita PD menjalankannya. Yang namanya aturan Allah itu pasti baik buat hamba-Nya dan juga bermanfaat. Jadi kenapa mesti kehilangan PD kita. PD aja lagi!

Namun terkadang, PD memang tidak bisa dipaksakan. Jika ada seseorang yang tumbuh di lingkungan yang tidak mendukungnya untuk PD, maka dia akan menjadi minderan. Karenanya, menumbuhkan sikap PD ini memang harus dilatih. Bagi kamu yang udah terbiasa PD sejak dulu, hal ini bukan masalah. Malah kadang kamu over PD kan, hehehe… tapi bagi yang tidak terbiasa, PD akan jadi momok yang menakutkan.

Bagi remaja seusia kita, PD biasanya dikaitkan dengan potensi dan penampilan. Kita cenderung nggak PD kalau tampil seadanya dan tidak menarik. Apalagi ada seseorang yang sedang kita incer (HAYO… nggak boleh caper ama orang! Capernya ama Allah aja ya…). lalu kita juga nggak PD kalau lagi diskusi ama teman-teman kita yang cerdas. Wah, rugi deh! Harusnya dengan melihat kenyataan itu, kamu harus merasa tertantang dan belajar lagi biar jadi cerdas kayak mereka. Gitu baru bagus

Adalagi lo… nggak PD yang salah tempat. Misalnya nggak PD karena kita bukan anak orang kaya sehingga malu bergaul dengan teman-teman yang lain. Nggak PD karena kita cuma di IPS sedang banyak teman-teman yang dari IPA. Nggak PD karena kita nggak cantik. Dan nggak PD-nggak PD lainnya yang sebenarnya itu bisa diatasi kalau kita mau.

Cobalah dengan mengenal potensi diri kita dengan melihat sisi positifnya. Jujur katakan pada diri sendiri bahwa sebenarnya kita mempunyai potensi. Hanya saja kita masih memendamnya dan enggan untuk menggalinya. (saking dalamnya terpendam jadi susah digali kan?). Jika kita tahu potensi diri kita, insya Allah kita akan selalu PD. Biar aja kita nggak kaya, tapi kita kan pemurah dan suka membantu orang lain. Biar aja kita nggak cantik, tapi kita kan ramah dan supel dalam bergaul. Biar aja kita nggak masuk ke IPA, tapi interaksi sosial dengan teman-teman dan orang lain selalu baik-baik saja. Nah, kalau kita melihat diri dari sisi positif mudah kan? Lalu kenapa nggak PD?

Satu yang harus kita ingat, bahwa ke Pdan kita ini kita lakukan karena Allah Swt. Kita dakwah dengan teman sekolah memang harus PD, tapi kalau niatnya salah – hanya karena caper ama orang – maka kita tidak akan mendapatkan pahala dari Allah. PD apapun dalam koridor syar’i dan dilakukan demi kebaikan, maka insya Allah akan bermanfaat tidak hanya untuk kita sendiri, namun juga untuk umat dan agama islam.

About these ads