You are currently browsing the category archive for the ‘Jangan Bersedih’ category.

• Menunggu pahala dan ganjaran dari sisi Allah:

“sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar: 10)

• Melihat kepada orang lain yang mendapat musibah
• Musibah yang menimpa diri anda itu jauh lebih ringan dibandingkan dengan yang menimpa orang lain
• Musibah itu menimpa hal-hal yang berkaitan dengan dunia saja, bukan agama
• Melakukan ubudiyah dalam sebuah kepasrahan pada saat-saat tertekan terkadang lebih agung dibandingkan dengan yang dilakukan pada saat-saat bahagia
• Tidak ada siasat cara untuk menghindarkan musibah

Segala sesuatu itu ada dan akan terjadi sesuai dengan ketentuan qasha dan qadar-nya. Ini merupakan keyakinan orang-orang isla dan para pengikut setia Rasulullah saw. Yakni, keyakinan mereka bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak akan pernah ada dan terjadi tanpa sepengetahuan, izin, dan ketentuan Allah.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (QS. Al-Hadid: 22)

“Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al-Qamar: 49)

“Dan, sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 155)

Dalam sebuah hadist disebutkan: “Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan dia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi bagi orang mukmin Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.