You are currently browsing the tag archive for the ‘istri’ tag.

Adalah sebuah awal yang indah ketika seorang istri berteu dengan suaminya, atau seorang suami dengan istrinya. Senyuman itu adalah sebuah pernyataan awal untuk sebuah kesepakatan dan harmoni “senyummu di depan saudaramu adalah sedekah”. Rasulullah saw sendiri adalah seorang banyak tertawa dan tersenyum.

Sedangkan mengenai pertemuan itu harus diawali dengan salam bisa kita temukan dalam firman Allah :

“Hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik” (QS. An-Nur : 61)

Sedangkan hukum menjawab salam adalah Baca entri selengkapnya »

Seorang ibu berwasiat kepada putrinya pada malam pengantinnya, “wahai putriku, aku tak ingin membohongimu! Ketahuilahm hubungan manis antara suami istri itu akan berakhir setelah habisnya bulan pertama, bulan yang masih di dominasi bayang-bayang kasih sayang. Jika kamu ingin jalinan yang manis itu berlangsung semakin lama dalam kehidupan rumah tanggamu, hendaknya kamu perhatikan beberapa nasihat dan petunjuk di bawah ini Baca entri selengkapnya »

Terkadang seorang istri tak mampu membahagiakan suami dan tak pula memiliki banyak andil dalam menjadikan suami ridha kepadanya serta memperbaiki kehidupan rumah tangganya sendiri. Ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya yang seharusnya seorang istri memperhatikannya dalam rangka mewujudkan kebahagiaan suami. Diantaranya Baca entri selengkapnya »

Saya terkejut dan merasa sedih, tatkala mengetahui dari satu masa ke masa terdapat seorang muslim yang disihir agar ia berpisah dari istrinya. Anehnya, orang yang melakukan sihir itu sebagian wanita yang memakai jilbab Baca entri selengkapnya »

Saya serukan kepada setiap istri shalihah, agar berhias dan mempercantik diri untuk suaminya dalam rangka menjaganya dari fitnah. Berhias merupakan ibadah dan sangat sesuai dengan fitrah yang lurus. Adakah di dunia ini sesuatu yang lebih besar dari keimanan? Allah menjadikan hamba-hamba-Nya cinta kepada keimanan dan menjadikannya indah di hati mereka. Allah Swt berfirman :

“tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu” (QS. Al-Hujarat : 7)

Dengan memegang janji Allah, seorang istri shalihah pasti mengetahui bagaimana cara meraih hati suami dan selalu menjadi istri baru dalam kehidupannya. Kata-kata manis merupakan hiasan. Senyum merekah merupakan keindahan. Bau wangi merupakan kegembiraan. Demikian pula gaun yang indah, sentuhan lembut pada rambut, serta hiasan sederhana yang sesuai dengan warna kulit dan baju ialah keelokan.

Kebersihan yang senantiasa terjaga merupakan kesucian dan ibadah. Dengan itu semua, anda akan menjadi bidadari di dunia dan ratu di surga yang penuh kenikmatan. Wahai istri, pelajarilah akhlak para bidadari dari Al-Qur’an serta berlombalah dengan mereka untuk meraih hati suami dan menjadikan dunianya bagaikan surga. Pakailah pakaian terindah di hadapannya, percikkanlah wewangian saat bertemu, dan senandungkanlah kata-kata indah sebagaimana senandung para bidadari.

Teruntuk istri yang taat
Tatapan matamu kepadanya penuh keridhaan
Dan anak kecil
Diliputi oleh keselamatan
Ruangan yang bersih
Dirimu merasa tenang di dalamnya
Suapan yang lezat
Dari tangan yang paling pandai memasak
Lebih baikdari beberapa jam
Di dalam istana yang tinggi
Setelahnya terdapat siksaan
Dibakar dengan api yang sangat panas

Mengapa sapu tangan ini berada di atas kepalamu sat anda berada di dalam rumah anda? Padahal, hijab diperintahkan hanya ketika di hadapan laki-laki asing. Mengapa pakaian masak yang berbau bawang merah ini, anda kenakan saat suami datang? Apakah anda merasa khawatir terhadap rekan wanita sekantor? Gigi-gigi apakah ini yang di dalamnya masih terdapat sisa-sisa telur, sayur-mayur, dan makanan? Bau asam apakah ini yang tercium dari leher sewaktu berpelukan Baca entri selengkapnya »

Setiap saat para pemuda muslim pada hari ini merasakan panggilan syahwat seksual yang diucapkan oleh lisan atau keadaan seorang wanita ‘marialah kesini’. Maha Suci Allah yang telah meneguhkan dan menjaga mereka.

Nun jauh di sana, ada pemuda yang belajar di negara-negara barat. Menetap disana selama bertahun-tahun dan tidak terjerumus ke dalam jaring wanita yang rusak. Wanita fasik tersebut memanggilnya, tetapi ia mampu menepisnya dan menjaga dirinya.

Pemuda seperti itu merupakan tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Demikian pula, ia merupakan mukjizat dari mukjizat-mukjizat iffah (penjagaan diri) yang pernah diberikan kepada Nabi Yusuf, yang dipuji Allah melalui surat yusuf pada waktu seorang wanita yang tergila-gila lagi rindu kepadanya berseru ‘marilah ke sini’.

Saat ini, dunia dipenuhi syahwat, perhiasan, keindahan dan keelokan. Di dalamnya bermukim kaum wanita, tempat-tempat hiburan, para penyulut berbagai permusuhan dan fitnah. Sementara yang mampu melindungi seorang pemuda dari itu semua ialah wanita shalehah. Shalehah dalam setiap aspek, bukan hanya shalehah simbolnya saja, seperti memakai jilbab Baca entri selengkapnya »

Hubungan suami istri akan tumbuh dan kokoh kalau komunikasi keduanya lancar dan kontinu. Komunikasi merupakan sarana saling mengenal yang bisa menyatukan hati. Rasulullah saw bersabda :

“jiwa-jiwa itu ibarat tentara yang berkelompok, yang saling kenal akan menyatu dan tidak saling kenal akan menjauhi” (HR. Muslim)

Waspadailah hubungan dingin yang biasanya terjadi dalam kehidupan suami istri. Sebab hal itu akan membuat kehidupan akan berubah seperti kehidupan militer. Di dalamnya hanya ada perintah suami dan ketaatan istri. Adanya hanyalah ucapan suami, ‘ambillah! Bawalah kemari! Makanlah! Minumlah! Tidurlah! Bangunlah! Apa yang engkau inginkan? Apa yang engkau keluarkan?’

Jika hal ini berlangsung berulang-ulang setiap hari, niscaya kehidupan rumah tangga bisa menjadi dingin dan tidak harmonis. Jika ini terjadi, dimanakah cinta? Dimanakah kelembutan? Dimanakah kasih sayang diantara keduanya? Baca entri selengkapnya »

Tergodanya seorang istri mungkin banyak faktor penyebabnya, antara lain :

  • Suami kurang memberi perhatian
  • Suami dirasakan tidak pernah memberikan kepuasan hubungan jasmaniyah dan hanya menjadikan istri sebagai obyek kepuasan seksual
  • Tak pernah ada sikap lembut atau cumbu rayu dari suami yang dapat menggairahkan kehidupan istr dan lain-lain

Inilah yang mungkin menjadi penyebab istri tergoda oleh lelaki lain. Akan tetapi, semua faktor tersebut tidak boleh dijadikan alasan baginya boleh tergoda lelaki lain sehingga melakukan hal-hal yang tidak senonoh dengan lelaki lain yang suaminya.

Wanita yang menjaga kehormatannya dengan baik tentu tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Jika suami tidak memperdulikan tuntutan kepuasan dan kemesraan dirinya, ia semestinya bisa membicarakan hal tersebut dengan suaminya secara baik-baik.

Wanita yang jujur dan beragama dengan baik tentu tidak merasa kesulitan untuk mengemukakan persoalan kepada suaminya. Jika dalam sekali dua kali berdialog, suaminya belum juga memahami persoalan dirinya, ia bisa melakukan hal tersebut beberapa kali. Bahkan mungkin ia dapat meminta bantuan konsultan atau penasehat urusan perkawinan untuk membantu dirinya memberikan pengertian kepada suaminya.

Rumah tangga yang istri atau ibunya mempunyai tipe mudah tergoda lelaki lain akan mengalami beberapa kerugian, diantaranya Baca entri selengkapnya »

Berikut ini adalah tulisan kiriman teman saya yang bernama Anang dari Samarinda

1. Tidak tepat dalam memilih istri ;

2. Melalaikan istri dan tidak memberi nafkah ;

3. Memukul Istri dengan keras dan menghinakannya ;

4. Memberi Mudharat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

7. Mendatangi wanita pada duburnya ;

8. Menyebarkan rahasia istri kepada rekan-rekannya ;

9. Tidak mengajarkan Islam kepada istri dan membiarkannya melakukan perbuatan-perbuatan haram ;

10. Berusaha mengubah tabiat istri dengan kekerasan ;

11. Melalaikan pendidikan anak ;

12. Terlalu lama meninggalkan istri ;

13. Curiga dan berprasangka buruk terhadap istri ;

14. Tidak bersikap adil diantara para istri ;

15. Tidak membantu istrinya yang lelah ;

16. Menyempitkan nafkah untuk istri ketika lapang ;

17. Tidak sabar menghadapi tabiatnya ;

18. Menzholimi ibu demi istri ;

19. Memaksa istri untuk melakukan yang haram ;

20. Terperosok ke dalam fitnah istri dan anak ;

21. Meninggalkan bercanda dan bergurau ;

22. Mengabaikan adab-adab Islam terhadap istrinya ;

23. Tidak memperhatikan atau menjaga kesehatan istri ;

24. Hidup dengan satu irama (tidak ada inovasi) ;

25. Melecehkan istri karena keluarganya ;

26. Berlebihan dalam menetapkan standar ideal ;

27. Suami menganggap dirinya selalu benar ;

28. Terlalu sensitif terhadap perkataan istri ;

29. Tidak menghargai kondisi khusus wanita ;

30. Besar pasak dari pada tiang ;

31. Otoriter terhadap istri dan anak-anak ;

32. Melarang istri untuk berbakti kepada keluarganya ;

33. Tidak mengikuti petunjuk Islam dalam memperbaiki istri yang membangkang ;

34. Menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid ;

35. Menjatuhkan talak tiga sekaligus ;

36. Mengeluarkan istri dari rumahnya setelah talak Roj’i

37. Menyiarkan keburukan istri setelah mentalaknya.

  • Bersabar dan Bijaksana

Salah satu prinsip yang harus dipegang teguh pada saat berkobarnya api konflik rumah tangga adalah memadamkan apinya dengan air kesabaran dan kebijaksanaan. Jika tidak, kobaran api semakin besar hingga melalap habis ladang dan merusak hasilnya. Allah Swt tidak menyukai kerusakan.

Ketika terjadi masalah dalam rumah tangga, istri yang cerdas tidak menceritakan hal itu kepada orang lain bahkan dia justru bersabar dan berupaya untuk mereda gejolak emosi dan kemarahan suaminya atau menahan diri dari berbicara. Dia menegur suaminya pada lain waktu ketika jiwa suami sudah tenang sehingga teguran itu menjadi teguran maaf dan cinta Baca entri selengkapnya »

Bila ada yang mengambil manfaat dari adanya pertengkaran suami istri, maka orang itu adalah setan. Rasulullah saw bersabda “Sungguh iblis itu meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus rombongan-rombongan tentaranya kepada umat manusia. Rombongan yang paling dekat dengannya adalah rombongan yang paling besar godaannya. Salah satu dari mereka datang dan berkata, ‘aku tidak meninggalkan si fulan hingga ia melakukan ini dan itu’. Iblispun berkata, ‘Kau belum berbuat apa-apa. Ia akan bertaubat’. Lalu datanglah yang lain dengan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkan antara ia dan istrinya’. Lalu iblis mendekatkannya pada dirinya dan berkata ‘Kamulah yang terbaik. Kamulah yang terbaik’.” (HR. Muslim)

Pertengkaran suami istri terkadang berakibat perceraian. Dan itulah yang diharapkan oleh setan. Ia merasa berbahagia dengan hal itu.

Istri muslimah harus menyadari bahwa dengan ridha suaminya terhadap dirinya, maka Allah pun akan ridha kepadanya. Membuat ridha suami merupakan salah satu faktor pendorong iman. Di dalam sebuah hadist, beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahu sifat wanita kalian di surga ?” Kami menjawab “Ya Rasulullah” Beliau bersabda “Yaitu wanita yang penuh kasih dan banyak anak. Bila ia marah atau disakiti atau suaminya marah, maka ia pun berkata, ‘Inilah tanganku dalam genggaman tanganmu. Engkau tak akan melihat mataku terpejam, hingga engkau ridha kepadaku’ (HR. Tabrani)

Istri yang tidak memperturutkan apa yang terlintas di kepalanya, dan tidak berlebihan dalam bertengkar saat mendapati hal-hal yang tidak ia sukai, maka ia adalah istri yang mukminah. Ia adalah calon penghuni surga Baca entri selengkapnya »

Dalam membina rumah tangga istri paling dominan menentukan dan menciptakan suasana kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan, sedangkan di dalamnya terdiri dari suami dan anak-anak yang memerlukan penanganan yang berbeda.

Penangan terhadap anak memerlukan cara tersendiri sehingga keberadaan anak-anak terutama pada saat mereka masih kecil, tidak menimbulkan suasana gaduh dan tegang. Untuk itu, seorang ibu harus memiliki kiat yang bijaksana dan tepat sehingga anak-anak yang masih kecil tidak merasa terkekang atau kehilangan kebebasan untuk bermain-main karena disiplin sepihak yang ditetapkan oleh ibunya.

Di samping itu, istri juga harus pandai menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dan ketenangan bagi suaminya Baca entri selengkapnya »

Rabbi habli mil ladunka zurriyatan tayyibah, innaka sami’ud du’a (QS. Ali Imran : 38 )

Artinya :

Ya Tuhanku berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa

Rabbana waj’alna muslimaini laka wamin zurriyatina ummatam muslimatal lak ( QS. Al-Baqarah : 128 )

Artinya :

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.