You are currently browsing the tag archive for the ‘kebohongan’ tag.

Tujuan hidup seseorang yang semata-mata didasari kenikmatan dengan sistem kapitalis dalam memperoleh kebahagiaan merupakan salah satu gangguan hidup sejahtera.

Sayang sekali, dasar hidup seperti ini banyak dianut, tidak terkecuali para remaja dan pemuda. Mereka mempunyai prinsip tersendiri dalam memperoleh kebahagiaan, kenyamanan, dan ketenangan. Mereka banyak mengadopsinya dari peradaban barat baik berupa teknologi maupun saran dan fasilitas lain yang terbangun atas dasar kenyamanan dan memerangi kemiskinan, serta kekhawatiran akan ketuaan dan keriput.

Akhir-akhir ini, banyak bermunculan berbagai operasi kecantikan bagi laki-laki maupun perempuan dalam berbagai bentuk dan seni seperti banyaknya obat perangsang yang digunakan untuk mengatasi kekurangan yang ada.

Lalu muncullah di benak kita bahwa laki-laki yang bahagia adalah laki-laki yang tampak selalu muda, sedangkan wanita bahagia adalah wanita yang selalu tampil cantik.

Bagi kebanyakan orang, kebahagiaan tersembunyi di balik tempat hiburan, pesta rekreasi, maupun jalan-jalan. Bahkan lebih dari itu, terdapat usaha yang berlebihan untuk menciptakan kegembiraan dengan menggunakan berbagai macam obat yang berbahaya dalam dosis yang berlebihan. Tentu saja, bagi siapa saja yang kecanduan akan terus mengkonsumsinya agar tidak menghilangkan efeknya. Hidup mereka menjadi tidak terkendali, yang pada akhirnya merusak kehidupan moral, jiwa, dan sosialnya sendiri.

Kebahagiaan yang tercipta hanyalah kebahagiaan yang dipenuhi dengan kebohongan dan kepalsuan semata

Lagi-lagi, sangat disayangkan generasi sekarang ini menelan bagitu saja tentang syarat hidup bahagia dari pendidikan salah yang banyak tersebar di kehidupan rumah tangga maupun propaganda bahwa jika mereka tidak ikut berjiwa konsumeris terhadap sesuatu, mereka akan menjadi masyarakat yang jauh dari peradaban serta tidak dapat menikmati kemodernan.

Jika kita mengembalikan kepada diri kita serta apa yang telah kita pelajari dari ajaran agama dan hikmah dari umat sebelum kita, niscaya kita akan menemukan bahwa kebahagiaan hakiki tersembunyi dalam berbagai hal yang berhubungan dengan niali norma, pemikiran, budi pekerti, pengorbanan dan pemberian tanpa syarat.

Kita tidak membantah harga dari semua hal yang telah dinikmati oleh manusia dengan cara yang benar, tetapi kita hanya menyangkal untuk menjadikan kenikmatan ini sebagai dasar dari kebahagiaan, karena kenikmatan ini tidak lebih hanyalah sebuah pelengkap saja.

Tentu kita memahami munculnya perasaan hampa setelah hilangnya berbagai kenikmatan badan. Pada saat kenikmatan ini telah berakhir dengan cara yang tidak diinginkan, niscaya seseorang akan merasa kosong dan menyesal serta meremehkan kenikmatan tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.