Tsabr, yaitu setan yang bertugas untuk menyesatkan manusia yang sedang ditimpa musibah, seperti kematian, kecelakaan dan kebakaran. Mereka menyesalinya dengan jalan menangis meraung-raung sambil merobek-robek atau mencabik-cabik pakaian, menampar-nampar pipinya, dan meneriakkan kata-kata yang bernada menyalahkan Allah dan tidak menerima musibah dengan wajar.

A’war, yaitu setan yang bertugas menyesatkan manusiaelalui nafsu syahwatnya, dan diseretnya ke dalam perzinahan, dengan cara mempengaruhi akal manusia untuk membayangkan perbuatan-perbuatan keji, sebagai suatu khayalan yang mengasyikkan sehingga mereka tergerak untuk melakukan perzinahan. Kemudian ia menyeret akal manusia untuk mengkonsumsi narkoba agar dapat mengkhayalkan untuk bisa hidup dengan wanita-wanita pujaannya

Mabsuth, yaitu yang bertugas menyesatkan manusia melalui perbuatan bohong dan menipu

Dasim, yaitu yang bertugas enyesatkan manusia dalam perceraian suami istri, bermusuhan dengan saudara, rekan-rekan kerja, dan memutuskan hubungan tali silaturahmi, dengan cara melempar fitnah dan tuduhan-tuduhan keji di antara mereka sehingga timbul buruk sangka, apriori, kebencian, dan perceraian.

Zalanbur, yaitu yang bertugas menyesatkan orang-orang yang berada di pasar dan dala dunia perdagangan, agar mereka saling menzalimi, menipu, membohongi, dan mengelabui satu dengan yang lain. Dalam kenyataannya kebanyakan manusia yang mencari kehidupan di pasar dan dalam dunia perdagangan, mereka terjebak, tersesat, dan terseret oleh tipu daya iblis dan setan. Sangat sedikit orang yang dapat menghindarinya. Karena itu mereka tidak mempedulikan batas-batas halal dan haram. Perilaku dan pemikiran mereka terkonsentrasi pada keuntungan semata. Berbohong seolah-olah sudah menjadi kelaziman di antara mereka.