Para malaikat datang. Apabila orang itu shalih, maka mereka mengatakan, ‘ Keluarlah, wahai jiwa yang baik yang berada pada jasad yang baik. Keluarlah dengan terpuji dan gembiralah dengan kesenangan dan keharuman serta Tuhan yang ridha dan tidak murka. ‘Jiwa tersebut tetap dipanggil demikian hingga keluar. Kemudian roh itu dinaikkan ke langit lalu dibukakan untuknya seraya ditanyakan, ‘Siapakah ini?’ Mereka (para malaikat) menjawab, ‘Fulan bin Fulan’. Maka dikatakan, ‘Selamat datang jiwa yang baik yang berada pada jasad yang baik. Masuklah dengan terpuji dan bergembiralah dengan kesenangan dan keharuman serta Tuhan yang ridha dan tidak murka’. Ia tetap diaktakan demikian hingga sampai di langit yang padanya Allah SWT bersemayam. Jika ia seoarng yang buruk, maka malaikat maut berkata kepadanya, Keluarlah jiwa yang buruk yang berada pada jasad yang buruk. Keluarlah dengan tercela dan rasakanlah neraka Jahim dan Ghassaq serta yang lainnya dalam rupa berpasang-pasangan. ‘Ia tetap dikatakan demikian hingga rohnya keluar. Keudian di naikkan ke langit lalu dibukakan untuknya seraya ditanyakan, ‘Siapakah ini?’ Maka dijawab, ‘Fulan bin Fulan’. Maka dikatakan, ‘Tidak menerima jiwa yang buruk. Kembalilah dengan tercela, karena tidak dibukakan untukmu pintu-pintu langit’. Kemudian roh itu dikirimkan dari langit kemudian sampai ke kubur. (HR. Ibnu Majah dari Abu Bakr bin Abi Syaibah)