َإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Rabb berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS.2:30)

Berdasarkan firman Allah diatas, para malaikat merasa dirinya sebagai makhluk terbaik karena senantiasa memuji Allah dan bertasbih menyucikan-Nya.

Tersirat dari bantahan para malaikat itu bahwa Allah mengetahui keinginan mereka, yaitu para malaikat ingin dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Karena itu Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Pilihlah dua diantara kalian semua yang paling taat dan paling baik untuk menjadi khalifah di bumi”

Lalu para malaikat melakukan pemilihan diantara mereka dan terpilihlah dua malaikat yang dianggap paling berbakti kepada Allah, yaitu Harut dan Marut.

Mereka pun diturunkan oleh Allah ke muka bumi. Lalu diutuslah seoarng wanita yang sangat cantik seperti bintang kejora untuk menemui keduanya. Hati harut dan marut sangat tertawan terhadap wanita itu. Harut dan marut pun bersumpah tidak mau menyekutukan Allah dengan apapun.

Untuk kedua kalinya wanita itu dating dengan menggendong bayi dan membawa khamar (minuman keras). Ketika Harut dan Marut merayunya wanita itupun menolak hingga kedua mau meminum khamar. Akhirnya Harut dan Marut meminum khamar hingga mabuk, keduanya lalu membunuh bayi itu dan menyetubuhi wanita itu. Setelah tersadar, keduanya menangis sejadi-jadinya, menyesali perbuatannya dan bertobat kepada Allah. Allah pun menolak tobat mereka.

Allah mengutus malaikat jibril untuk menemui keduanya, dan melaikat jibril pun turut menangis seraya bertanya, “Cobaan apalagi yang menimpa diri kalian, wahai Harut dan Marut?”

Keduanya terdiam. Hal yang terpikirkan oleh mereka hanyalah siksa Allah yang sangat dahsyat. Lalu malaikat jibril bertanya lagi kepada kenuanya untuk memilih, “Apakah siksa Allah ini akan diterima di dunia atau di akhirat kelak?”

Keduanya memilih agar siksa Allah diberikan di dunia, karena dunia akan berakhir sedang akhirta adalah abadi.

Hingga sekarang Harut dan Marut tergantung di antara dua gunung di wilayah Babil Persia, didalam gua bawah tanah. Setiap sore keduanya memekik kesakitan. Para malaikat yang melihat senantiasa menundukkan sayap mereka di Baitullah seraya berdoa kepada Allah, “Ya Allah ampunilah anak Adam. Mereka mengagumkan. Bagaimana mereka bisa menyembah dan menaati Allah sedangkan mereka memiliki syahwat dan kelezatan?”

Sejak itulah para malaikat memintakan ampun kepada anak Adam yang bertobat kepada Allah, sebagaimana firmannya

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِي الْأَرْضِ أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabbnya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.42:5)

Disisi lain para malaikat yang masih tinggal di langit yang meragukan iradah Allah dalam penciptaan manusia sebagai calon khalifah bumi pun bertobat memohon ampun kepada Allah dengan melakukan thawaf mengelilingi Arsy Allah selama empat ribu tahun. Wallahu a’lam bish shawab. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.