Sebagian pemuda ada yang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kafe-kafe dan tempat-tempat hiburan. Dalam tempat-tempat seperti itu mereka duduk bersama teman-teman mereka, dan dalam pikiran mereka tidak pernah terbersit sedikitpun berdzikir kepada Allah. Bahkan mereka senang sekali berbicara kotor, menjelek-jelekkan kehormatan orang lain, ghibah dan lain-lain.

Ada diantara mereka yang menyimpan nyanyian atau lagu-lagu tak bermoral. Ada yang senang menonton – baik secara terang-terangan maupun sembunyi – film-film yang mengumbar hawa nafsu. Ada yang memanjangkan rambutnya secara berlebihan. Ada yang mengikuti tingkah laku sang artis baik melalui cerita-cerita filmnya atau gaya hidupnya sehari-hari. Semua ini terjadi karena sebagian mereka penggemar berat terhadap sang artis film atau artis penyanyi. Bahkan ada yang menempel foto artis-artis tersebut pada dinding kamar mereka. Ada yang memasang kalung pada leher mereka, atau memasang gelang karet pada pergelangan tangan mereka, atau memasang perhiasan pada dada mereka.

Apakah mereka senang menjalani hidup seperti itu? apakah orangtua senang menyaksikan hidup anaknya seperti itu? Apakah mereka senang bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti itu? Ketahuilah, sesungguhnya malaikat maut saat mencabut nyawa tidak membedakan antara pemuda dan orangtua, antara orang kaya dan fakir, antara orang sakit dan orang sehat.

Sudah seringkali kita mendengar kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa para pemuda dimana tujuan kepergian mereka adalah hendak bernyanyi dan berjoged di tempat hiburan. Perut mereka penuh dengan kenikmatan Allah, demikian pula saku mereka penuh dengan harta. Dan, akhirnya mereka dipulangkan ke rumah, mereka sudah menjadi mayat yang ditaruh dalam keranda. Dan, diantara mereka tidak ada yang di beri kesempatan bertaubat kepada Allah.

Allah swt berfirman,
“Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya, ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat” (QS. Al-An’am: 62)

Mereka keluar sambil mengendarai mobil yang mewah, dengan parfum wangi yang memerciki pakaian yang indah. Namun sekembali ke rumah, keadaan mereka membujur di dalam keranda mayat, dan akhirnya mereka ditimbun di dalam tanah.