Waktu luang merupakan kenikmatan yang paling utama dan karena itu ia mesti dioptimalkan sebaik mungkin. Waktu luang merupakan kesempatan untuk memperbaiki segenap aktivitas, mengoptimalkan potensi diri, dan mengasah ketangkasan.

Rasulullah telah memperingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan waktu luang serta menghargai kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Hal ini sebagaimana tampak dalam sabdanya,

“Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu sehat dan waktu luang” ( HR.Al-Taridzi )

Dengan kata lain, hadist tersebut menjelaskan bahwa sehat dan waktu merupakan kenikmatan yang paling utama namun ternyata sering disia-siakan hanya untuk perbuatan yang nilainya sangat rendah.

Mengenai pentingnya mengoptimalkan dua kenikmatan tersebut, Hasan al Bashri pernah berkata, “Tiada hari yang ketika fajar mulai menyingsing kecuali ada suara penyeru yang mengajak pada kebaikan,’Wahai Ibnu Adam, aku adalah makhluk baru. Dan atas segala amalmu, akulah yang menjadi saksinya. Karena itu perbanyaklah olehmu amal shaleh. Sesungguhnya aku tak hendak kembali (ke pangkuan Allah) sampai hari kiamat tiba’.”

Jika demikian, apakah kita termasuk orang yang meningkatkan ama shaleh setiap harinya?