Rasulullah saw bersabda,

“Nikahilah perempuan karena empat hal, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikkannya, karena agamanya. Meski demikian, hendaklah kamu mengutamakan perempuan yang taat beragama, karena hal itu akan menguntungkan dirimu” (HR. Bukhari-Muslim)

“Barangsiapa yang menikahi perempuan karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambah tinggi kedudukannya kecuali akan membenamkannya ke dalam kenistaan. Barangsiapa yang menikahi perempuan karena nasabnya, maka Allah tidak akan menambah kedudukannya kecuali akan memebenamkannya ke dalam kehinaan. Barangsiapa yang menikahi perempuan tiada lain kecuali karena ingin menjaga pandangan matanya, menjaga kemaluannya, atau ingin mencurahkan kasih sayangnya, maka Allah akan memberkahi dirinya karena perempuan itu, dan Allah memberkahi perempuan itu karena dirinya” (HR.Thabrani)

Tak lupa juga Rasulullah juga menasehati para pemuda agar memilih istri yang shalehah, sebagaimana sabdanya,

“Jangan sekali-kali kalian menikahi seorang perempuan karena kebaikannya, sebab kebaikannya itu memungkinkan dia berbuat jahat. Jangan sekali-kali kalian menikahi seorang perempuan karena kekayaannya, sebab kekayaannya itu memungkinkan dia berbuat keji. Jika demikian, hendaklah kalian menikahi seorang perempuan karena agamanya” (HR. Ibnu Majah)

Jadi hendaklah anda menikahi perempuan karena akhlaknya yang terpuji dan pribadinya yang mulia. Dengan demikian, dia akan menemani perjalanan hidup anda dengan setia. Mengajak anda berbuat kebajikan dan menunjukkan jalannya. Senantiasa bersabar di sisi anda dan tahan menghadapi penderitaan hidup. Selalu mendampingi anda dalam keadaan susah maupun senang.

Perempuan ini pula yang pada saat anda mendenagrkan suara adzan, dia akan mengingatkan anda agar tidak melalaikan shalat. Dia selalu menasehati anda agar tidak membiasakan tidur larut malam sehingga anda bisa tepat waktu mengerjakan shalat subuh.

Mendorong anda untuk berbuat kebajikan, seperti membaca Al-Qur’an dan buku-buku yang bermanfaat. Menyediakan kesempatan untuk anda agar anda mau mendengarkan kaset ceramah seorang ulama dalam mobil. Dan di lain waktu dia akan bertanya kepada anda, “sudah berapa surat yang kamu hafalkan?”

Inilah kriteria seorang perempuan yang terhitung dalam sabda nabi,

“Hendaklah kamu mengutamakan perempuan yang taat beragama, karena hal itu akan menguntungkan dirimu” (HR. Bukhari-Muslim)

“Tidakkah kalian ingin kuberitahu perhiasan yang tak ternilai harganya bagi seseorang? Perhiasan itu adalah perempuan shalehah yang jika dipandang, dia dapat menyenangkan hati suaminya; jika ditinggal pergi suaminya, dia dapat menjaga harga dirinya; jika suaminya memerintah, dia menaatinya” (HR. Abu Daud)

Dalam Hadist lainnya, Rasulullah bersabda,

“Tidak ada berkah yang lebih baik bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah kecuali istri yang shalehah, yang mana jika suaminya memerintah, dia menaatinya; jika dipandang, dia dapat menyenangkan hati suaminya; jika suaminya menggilirnya, dia rela menerimanya; jika suaminya bepergian, dia menjaga harga dirinya dan harta suaminya” (HR. Ibnu ajah dan Thabrani)