Meskipun anda jauh dari agama, tapi pada akhirnya anda mesti dekat dengan Allah.
Coba anda perhatikan rumah sakit, berapa banyak pemuda yang sedang menderita sakit. Maka dari itu, kesehatan yang anda miliki jangan disia-siakan.

Coba anda perhatika kubur, berapa banyak deretan kuburan para pemuda yang mati akibat kecelakaan lalu lintas, atau kematian tiba-tiba yang merenggut nyawa mereka sementara mereka tidak ada persiapan sama sekali saat menghadapi maut.

Jika anda jatuh cinta terhadap seorang wanita, lakukanlah perbuatan yang pantas, sebagaimana anda hutang dan wajib melunasinya. Seseorang yang memiliki hutang terhitung mempunyai tanggungan. Adapun bagi orang yang berzina, dia akan mendapat balasan yangs setimpal meskipun perbuatan itu dilakukan di mana saja. Jadi, konsep yang berlaku disini ialah setiapperbuatan mesti dimintai pertanggung jawaban.

Lantas, apakah setiap perbuatan yang anda kerjakan menyenangkan hati ibu anda?, menyenangkan hati saudari anda?, menyenangkan hati putri anda?, menyenangkan suami anda?

Kepada mereka, perbuatan anda sama sekali tidak menyenangkan, misalnya. Lalu bagaimana perbuatan anda bisa menyenangkan hati putri tetangga anda, hati putri sahabat anda, hati perempuan yang bukan mahram anda?!!!

Apakah segala kemuliaan dan kehormatan yang anda peroleh telah merendahkan kedudukan anda, sehingga anda rela mengganggu kehormatan orang lain?!!!

Banyak orang yang mengira bahwa segala peristiwa yang berlaku memiliki sifat keluwesan. Hari ini seseorang berzina seenaknya sendiri, kemudian pada esok harinya dia bertaubat. Apakah anda tidak pernah memikirkan bagaimana seseorang yang sedang berzina itu tiba-tiba dihampiri maut? Atau, bisa jadi hanya beberapa menit setelah berzina maut datang menjemput. Jika demikian, bagaimana dia akan menjawab pertanyaan Allah saat dia ditanya, “Apakah yang sedang kamu lakukan ketika Malaikat Maut datang kepadamu?” bagaimana dia bisa menghadap Allah, sedangkan kematiannya dalam keadaan seperti itu? Manusia akan dikumpulkan sesuai dengan posisi masing-masing saat kematian menjemput mereka. Barangsiapa yang mati dalam keadaan mabuk, maka dia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang mati dalam keadaan mabuk. Barangsiapa yang mati dalam kemuliaan, maka dia dikumpulkan bersama orang-orang yang berkata, “Ya Allah, Engkau telah memanggilku, kini kupenuhi panggilan-Mu”