Jika teman dekat anda bertaubat, jangan sekali-kali menghalangi usahanya dan menertawakan taubatnya.

Sebagian orang ada yang mengungkit-ngungkit semua perbuatan cacat dan jahat yang pernah dikerjakan oleh orang-orang yang telah bertaubat dan kembali kepada Allah.

Ketika sedang duduk bersama, sebagian orang ada yang mengajak orang yang sudah bertaubat kepada Allah agar kembali mengerjakan perbuatan dosa.

Sebagian orang ada yang menertawakan taubatnya. Kemudian mengingatkan hari-hari ketika dia masih tenggelam dalam dosa. Dimana rasa bahagia yang mestinya ada saat dia bertaubat kepada Allah dan kembali ke jalan yang lurus? Jika Allah sendiri merasa bahagia atas taubat hamba-Nya, maka bagaimana dengan kita yang malah mengingatkan semua dosa yang pernah dikerjakannya sebelum bertaubat? Bagaimana seseorang bisa berkata kepada orang yang bertaubat “Kamu tidak pantas bertaubat?”

Tidakkan anda pernah mendengar sabda Rasulullah,
“Allah sangat bahagia atas taubat hamba-Nya, yakni salah seorang diantara kalian bangkit diatas binatang kendaraannya yang telah menyesatkan dirinya di negeri fulan” (HR.Bukhari)

Dimanakah kebahagiaan yang timbul atas kembalinya sang anak ke dalam ajaran islam?

Coba anda pikir, siapa yang mesti anda cela? Apakah anda ingin mencela seseorang yang meneteskan air mata saat mengangisi dirinya sendiri demi mengharapkan rahmat Allah dan takut terhadap siksa-Nya?