Anda jangan mudah tergiur oleh perilaku orang-orang yang mudah terbuai oleh nafsu dan terdorong meraih kesenangan.

Terhadap orang-orang seperti itu, anda jangan mudah ditipu oleh gelak tawa dan senyum mereka. Mereka bukanlah orang-orang yang meraih kebahagiaan abadi. Mereka adalah orang yang didera rasa gelisah.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena sikap mereka yang senantiasa menuruti hawa nafsunya, akan terus menerus didorong mencari kenikmatan lain, bahkan rela mencicipi barang haram.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena mereka khawatir telah melakukan skandal dan kejahatan.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena mereka khawatir bila terjangkit penyakit kalamin atau AIDS.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena mereka tidak mengenal nikmatnya iman, dan nikmatnya dekat dengan Allah.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena sikap mereka yang ingin terus-menerus berbuat maksiat; atau sebaiknya, dia ingin berhenti dan menyesalinya.

Mereka tentu didera rasa gelisah, karena mereka benar-benar mengetahui bahwa orang yang berlebih-lebihan mengejar kesenangan, akan hilang kesehatan, harta dan pendengaran. Dia akan menderita batin dalam waktu yang cukup lama sehingga segala kenikmatan, walaupun cuma sedikit dan sekejap, tidak bisa dirasakan lagi oleh dirinya.

Orang-orang yang biasa menuruti hawa nafsunya jangan lantas merasa senang atas perbuatan yang timbul karena dorongan nafsu, dan juga saat mereka mendapat kenikmatan. Sesungguhnya didepan mereka terbentang sebuah masa yang siap menggelincirkan setiap langkah, yang mengancam kondisi fisik, yang sanggup mengubah segala macam peristiwa, yang memaksa berdiri lama, yang memperketat hitungan amal, yang menggetarkan hati hingga sampai ke tenggorokan.