Ketika jodoh belum datang, sewaktu bingung memilih diantara beberapa calon ysng ada, ataupun tatkala ragu-ragu terhadap satu-satunya calon yang tersedia, banyak orang merasa putus asa. Mulai muncul bisikan-bisikan dari orang-orang sekitar mereka. Terbesitlah keinginan dari dalam hati mereka sendiri untuk bertanya pada “orang pintar” (paranormal, dukun, guru spiritual) yang dianggap tahu tentang nasib dan jodoh mereka.

Awalnya, mereka merasa enggan (gengsi dong). Namun, ketika rasa putus asa itu menguasai diri mereka, jebol juga pertahanan diri mereka. Didatangilah paranormal yang katanya tahu itu. Pulang dari orang tersebut, mereka dibekali berbagai macam wejangan dan berbagai macam doa. Syarat pun banyak, terkadang di luar akal sehat. Harus inilah, harus itulah, bermacam-macam. Akan tetapi karena merasa terdesak untuk segera mendapatkan jodoh, mereka pun melakukannya.

Mungkin tidak beberapa lama kemudian, mulai muncul harapan. Ada seseorang yang mulai mendekat, dan nampaknya serius. Mereka pun mulai membenarkan apa yang dikatakan paranormal itu. Bahkan , tidak beberapa lama kemudian, terbukti bahwa orang tersebut adalah jodoh yang diharapkan. Semakin kuatlah keyakinan mereka kepada orang pintar itu.

Padahal besar kemungkinan yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa si dia sudah Allah persiapkan untuk menjadi jodoh mereka. Paling-paling, paranormal yang mereka tanyai itu hanya “menebak-nebak”. (Begitupula jin khadam yang membisiki dia) ia pun tidak tahu pasti dengan siapa sesungguhnya anda berjodoh. (Dia sendiri pun tidak pernah tahu dengan nasibnya di masa depan seperti apa kan?)

Sebenarnya paranormal adalah orang biasa yang memiliki keterbatasan penglihatan dan kemampuan. Namun, mereka terkadang mendapat informasi dari jin, sehingga seolah-olah mereka tahu banyak tentang seseorang yang meminta bantuannya, sekalipun mereka belum pernah bertemu.

Sehubungan dengan “keluarbiasaan” paranormal itu, sebuah hadist shahih dari aisyah r.a menyatakan:

Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw tentang paranormal. Beiau bersabda, “tidak ada apa-apanya”. Para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah, mereka kadang-kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami”. Maka Rasulullah saw bersabda, “kalimat tersebut berasal dari kebenaran yang (sebagiannya) dicuri oleh jin, kemudian dibisikkan ke telinga para rekannya (yaitu paranormal). Maka, paranormal tersebut mencampurkan kalimat yang benar tersebut dengan seratus kedustaan” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Hadist tersebut jelas membuka kedok “keampuhan” paranormal yang mengecoh orang-orang. Dari hadist ini kita dapat memetik sekurang-kurangnya tiga pelajaran.

Pertama, terkadang paranoral dapat menebak peristiwa yang akan terjadi. Namun, kedustaan yang dibawa sebenarnya jauh lebih besar dan lebih sering.

Kedua, kebanyakan manusia cenderung lebih mudah tergoda untuk menerima kebatilan. Jika sekali saja paranormal terbukti benar, hal ini mengundang ketakjuban banyak orang. Lantas, terpengaruhlah mereka untuk selalu menganggap benar semua perkataan paranormal. Mereka melupakan kedustaan-kedustaannya. Padahal kenyataannya, yang benar hanya satu persen, sekian persennya kebetulan benar, dan sekian persen lagi salah

Ketiga, tepatnya ramalan paranormal tidaklah menunjukkan benarnya perbuatannya tersebut syar’i. Disini, banyak orang yang tergelincir. Hanya karena bahwa usaha mendatangi paranormal ternyata mewujudkan keinginan-keinginan yang mereka dambakan, mereka menyangka bahwa itu merupakan indikasi keridhaan Allah. Padahal bisa saja itu adalah kemurkaan Allah yang diberikan kepada setiap manusia tanpa melihat sisi kebaikan dan keimanan seseorang.

“apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak! Sesungguhnya mereka tidak sadar” (QS. Al-Mu’minun: 55-56)

Ataukah paranormal tersebut sudah belajar tentang teori probabilitas dan menggunakannya untuk meramal nasib mereka? Kalau begitu, mengapa mereka (dan kita) tidak sekalian saja belajar mengenai teori probabilitas supaya tidak tersesat gara-gara ulah paranormal