Yang memberikan rezeki itu hanya satu. Seluruh rezeki hamba itu berada di sisi-Nya, dan dia telah mengatur semua itu.

“Dan, di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu” (QS. Adz-Dzariyat: 22)

Jika memang yang memberi rezeki itu adalah Allah, maka mengapa manusia itu harus menjilat dan mengapa harus merendahkan diri di hadapan orang lain hanya karena ingin mendapatkan rezeki dari sesama manusia?

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-ah yang memberi rezeki” (QS. Hud: 6)

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya. Dan apa saja yang Allah tahan, maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu” (QS. Fathir: 2)