Ketahuilah bahwa suatu musibah yang menimpa diri anda

bukanlah karena nyasar menimpa anda

jangan kaukira bila kesengsaraan menimpa seseorang

ia akan terus menderanya

sekiranya ada sesuatu yang kekal menimpa seseorang

niscaya manusia akan menganggapnya hal yang aneh

Pandangilah hidup ini dengan tatapan yang penuh dengan cinta kasih lagi optimistis. Hidup ini adalah anugerah dari Allah kepada manusia, maka terimalah hadiah dari Tuhan Yang Maha Esa ini dengan hati yang senang dan gembira. Sambutlah pagi hari dengan cahaya dan senyumannya yang menarik. Sambutlah malam hari dengan keanggunan dan keheningannya. Sambutlah siang hari dengan cahaya dan penerangannya. Minumlah air yang jernih seraya bersyukur dan memuji Tuhan. Hiruplah udara segar dengan senang dan gembira. Ciumlah bunga yang harum seraya bertasbih. Renungkanlah semesta alam seraya mengambil pelajaran. Nikatilah anugerah yang diberkati di bumi yang ada pada berbagai macam bunga dan kembang, pada tiupan angin sepoi-sepoi, pada keindahan taman, pada hangatnya sinar mentari, dan pada cahaya rembulan. Ubahlah semua anugerah dan nikmat alami ini menjadi modal untuk membantu anda menunaikan ketaatan kepada Allah, bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat yang telah diberikan-Nya, dan memuji-Nya atas karunia dan anugerah-Nya.

Jangan biarkan diri anda diliputi oleh kabut kesusahan dan kecemasan yang menghalangi anda dari melihat semua ini, sehingga anda menjadi orang yang bersikap ingkar dan dingin terhadapnya. Sebaliknya, seharusnya anda mengetahui bahwa Allah yang menciptakan dan memberi rizki tidak sekali-kali menciptakan semua nikmat ini, melainkan hanya untuk dijadikan sebagai sarana untuk ketaatan kepada-Nya. Dia telah berfirman dalam Kitab-Nya :

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun: 51)

Kata Mutiara Hari Ini

Pemberian yang paling utama dan paling jernih

adalah dari mereka yang tidak mempunyai sesuatu pun

tetapi mereka mengetahui nilai kata-kata dan senyuman

karena berapa banyak orang yang memberi

tetapi seakan-akan bukan pemberian yang mereka hadiahkan

melainkan tamparan