Saya mengenal seorang pemuda yang mewarisi sifat ayahnya hampir keseluruhan. Meski demikian, dia mengenal kelemahan dirinya yang mudah tergiur oleh wanita dan mencemarkan kehormatannya. Dia gemar minum-minuman keras, dan tenggelam dalam kemaksiatan dan kemungkaran. Selain itu, dia juga senang berjudi sehingga hartanya habis di meja taruhan. Dan akhirnya dia kehilangan semua hartanya.

Dia lalu meminta kemurahan hati saudaranya agar diberi uang, tapi saudaranya menolak. Dia meminta uang kepada saudara-saudaranya karena ditinggal pergi teman-temannya. Habis semua kekayaan yang dia miliki, dimana kekayaannya itu sebelumnya dapat memudahkan segala urusannya. Dalam keadaan bangkrut seperti itu, akhirnya dia meninggal karena penyakit liver, akibat sering minum minuman keras.

Saya mengenal seorang dokter yang ahli dalam spesialisasi yang digelutinya. Dia sering mengundang teman-temannya untuk minum-minuman keras. Karena kebiasaannya ini, dia senang minum minuman keras terutama saat begadang pada malam hari hingga menjelang pagi. Inilah yang menyebabkan istrinya terus mengomel hingga minta diceraikan. Sang suami menuruti, dan gembiralah sang istri. Beberapa hari kemudian sang suami menyesali sikapnya, akan tetapi dia tetap tak mau peduli. Dia telah menyia-nyiakan pernikahannya, hartanya, kesehatannya, dan pekerjaannya. Pada akhirnya dia meninggal karena penyakit liver yang dideritanya, setelah hatinya rusak akibat minum-minuman keras.

Sang dokter ini merupakan guru besar di fakultas kedokteran dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Dia memperoleh penghargaan atas spesialisasi yang ditekuninya. Akan tetapi, dia termasuk orang yang berlebih-lebihan dalam rumah tangganya. Seminggu sekali dia mengadakan pesta yang diisi acara nyanyi-nyanyian dan tari-tarian. Setiap bulan dia hutang untuk melengkapi kebutuhan rumah tangganya dengan membeli daging, roti dan sebagainya. Ketika awal bulan para pemberi pinjaman menagih ke rumahnya sehingga sebagian besar gajinya diberikan kepada mereka. Sementara sisa gaji tersebut cuma mencukupi kebutuhan hidupnya selama tiga hari. Selebihnya dia meminjam uang teman-temannya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama satu bulan.

Hati-hatilah, jangan sampai kelakuan anda seperti mereka. Alangkah indahnya hidup bila orang senantiasa menempuh jalan yang digariskan oleh Allah!

Ada seorang pemuda yang berada dalam posisi sulit saat berteman dengan orang-orang jahat. Persahabatan mereka terus berjalan hingga dia mengenal kehidupan yang serba gemerlap dimana dia telah ketularan gaya hidup temannya tersebut. Dia tidak pernah belajar sehingga ujian yang diikuitinya gagal. Bersama-sama temannya setiap malam dia selalu begadang sampai pagi. Ketika orang tuanya mengetahui keadaan dirinya yang sebenarnya, mereka menasehatinya dengan berbagai cara namun tidak berhasil. Nasehat itu tidak ada artinya bagi pemuda ini, dia pun akhirnya diancam oleh orangtuanya, namun usaha ini sedikitpun juga tidak mengubah perilakunya.

Untuk mengakhiri problematika ini, pemuda ini dianjurkan mencari teman yang berakhlak baik. Dan teman barunya itu pun menjalin hubungan yang baik dengan pemuda ini. Setelah menjalin persahabatan dalam waktu yang cukup lama, temannya tersebut dapat mencegah sang pemuda ini terjerumus ke dalam dosa. Hal ini karena nasehat yang diberikan temannya itu yang mengajak kebaikan dan selalu mengamalkannya. Akhirnya pemuda ini insyaf dan keadaannya malah lebih baik daripada sebelumnya.