Hati-hati jangan sampai setan menertawakan anda. Ketika anda beramal, setan mendorong anda agar menunjukkan sifat riya dan sum’ah. Sebab, jika ini yang terjadi, berarti amal yang anda kerjakan semata-mata karena dunia.

Tidakkah anda tahu bahwa seseorang telah bersedekah, kemudian masuk neraka atau seseorang telah berjihad kemudian masuk neraka. Yang pertama ketika bersedekah, dia ingin ada orang lain berkata, “dia telah bersedekah”. Dengan begitu, dia berharap orang-orang akan membicarakan sedekahnya. Yang kedua ketika berjihad, dia ingin ada orang lain berkata, “dia telah berjihad”. Dengan begitu, dia berharap orang-orang akan membicarakan jihadnya.

Ada seorang ahli agama dan ahli membaca Al-Qur’an yang dimasukkan ke dalam neraka karena dia ingin orang-orang mengatakan bahwa dia seorang yang alim dan membicarakan kepandaiannya dalam membaca Al-Qur’an.

Hati-hatilah terhadap riya karena riya merupakan syirik kecil yang tanpa kita sadari menggerogoti hati kita. Riya itu di ibaratkan seperti semut hitam di atas batu hitam di malam yang sangat pekat, sangat halus tetapi dapat mengakibatkan rusaknya hati kita.

Hati-hatilah terhadap pujian karena pujian dapat menimbulkan riya, setiap ada seseorang yang memuji jangan berbangga hati ingatlah kepada Allah dan kembalikanlah pujian itu kepada Allah karena hanya Dia-lah yang harus kita puji bukan hamba ciptaan-Nya