Sahabat Pertama
Keluarga, ia tidak bisa mendapatkan manfaat dari keluarganya setelah meninggal dunia, kecuali bila sebagian dari mereka memohonkan ampunan dan berdoa untuknya, akan tetapi keluarganya kadang tidak melakukan ini.

Kadang-kadang, orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga justru lebih bermanfaat bagi mayit. Sebagian dari mereka melupakan si mayit karena sibuk untuk mendapatkan warisannya.

Sahabat Kedua
Sahabat kedua adalah harta. Ia lebih dulu pulang dari pemiliknya, tidak mengikutinya memasuki kubur. Kepulangannya merupakan kiasan bahwa ia tidak menemani pemiliknya ke dalam kubur dan tidak ikut masuk ke dalamnya.

Sahabat Ketiga
Sahabat karib yang ketiga adalah amal shaleh. Itulah sahabat yang akan masuk bersama sahabatnya ke dalam kuburnya, sehingga akan menemaninya di dalam kubur, menemaninya ketika dibangkitkan, menemaninya dalam berbagai kesempatan di hari kiamat, di atas shirath, dan ketika penimbangan, yang berdasarkan itulah tempat-tempat di surga dan neraka dibagi-bagi