• Dilakukan Terus Menerus

Jika dosa besar bisa diampuni apabila telah dihentikan dan tak diulangi lagi, maka dosa kecil bisa ditangguhkan pengampunannya karena ulah si hamba yang tekun melakukan dosa tersebut.

  • Meremehkan Dosa

Setiap kali dosa dipandang besar oleh seorang hamba, maka disisi Allah SWT dosa itu menjadi kecil. Sebaliknya, apabila ia dipandang kecil atau remeh oleh hamba, maka disisi Allah ia menjadi besar. Dosa kecil yang dilakukan karena tidak memiliki rasa malu, tidak peduli, tidak takut dan meremehkannya bisa mengakibatkan dilakukannya dosa besar, bahkan dosa besar yang berada pada tingkat yang paling tinggi.

  • Bangga dengan Dosa

Misalnya, seseorang berkata, ‘tidakkah engkau lihat bagaimana aku merobek-robek kehormatan si fulan, aku menyebutkan keburukan-keburukannya sehingga dia malu’. Atau seorang pedagang berkata, ‘tidakkah engkau lihat bagaimana aku bisa menipu dan mengakalinya’, dan sebagainya. Semua itu akan membuat dosa kecil menjadi besar, apalagi bila ada seorang pemuda yang setelah berbuat zina dengan bangga dia menyebarkannya kepada teman-temannya, dimana zina kita ketahui sebagai dosa besar lalu dosa besar itu dia tambah lagi dengan membangga-banggakannya.

Dalam shahih Bukhari Muslim disebutkan “Semua umatku ada kemungkinan dimaafkan, kecuali mereka yang melakukan dosanya secara terang-terangan. Yang termasuk melakukan secara terang-terangan adalah orang yang melakukan perbuatan itu pada malam hari, kemudian ketika Allah telah menutupnya di pagi hari, ia malah berkata, ‘wahai fulan, semalam aku melakukan ini dan itu’. Begitu juga, Allah menutup aibnya di malam hari ketika pagi ia sendiri yang menyingkap aib itu”

  • Meremehkan Tindakan Allah Menutup Aibnya Sekaligus Meremehkan Pengetahuan Allah

Ia mengabaikan tanpa menyadari bahwa sikap itu bisa jadi merupakan murka Allah untuk membuatnya, dengan sikap pengabaian itu, bertambah melakukan dosa.

  • Pelakunya Ulama Panutan

Jika seorang ulama mengetahui bahwa suatu perbuatan merupakan dosa tapi tetap melakukannya, maka kesalahannya fatal. Misalnya, memakai kain sutra, masuk ke dalam lingkungan orang-orang lalim tanpa mengkritik mereka, mencela kehormatan orang, berzina dengan alasan zinanya dilakukan karena Allah. Semua ini merupakan dosa-dosa yang bisa dicontoh orang lain. Ketika ia mati, keburukan dirinya tetap tersebar di dunia.