• Terjerumus Ke Dalam Syahwat yang Haram

Syahwat-syahwat yang diharamkan itu mencakup shawat inderawi dan syahwat maknawi. Contoh syahwat inderawi adalah syahwat perut dan kemaluan. Adapun contoh syahwat maknawi ialah cinta jabatan, balas dendam, dan ingin terkenal.

Terjerumus ke dalam syahwat yang diharamkan ialah seperti zina, homoseksual, minum-minuman keras, melihat wanita yang bukan muhrimnya, lebih suka mendengarkan nyanyian daripada mendengarkan Al-Qur’an dan tausiah, mencari nafkah dengan cara yang haram, melecehkan kehormatan orang lain, dan hal-hal yang dianggap menyenangkan namun dilarang syariat. Karena itu seyogyanya manusia bangun dari kelalaian dan mengingat dosa-dosa serta kerterjerumusan mereka dalam kubangan syahwat yang diharamkan.

Mereka mengerjakannya melalui tontonan dan berbagai media massa. Mereka lupa bahwa kelak akan ada malapetaka, azab, dan cakar-cakar neraka yang tidak memihak kepada seorang pun, serta tidak melewatkan siapapun yang diperintahkan untuk diambil. Saat itu, betapa banyak laki-laki dan perempuan yang tergelincir.

Karena itu sudah sepantasnya jika seorang muslim beristiqamah terhadap agama Allah dan menjaga diri dari kemewahan yang berlebihan dari kebutuhannya agar tidak terjerumuskannya pada larangan Allah.

  • Tidak Bertaubat dari Dosa-dosa Besar

Banyak dalil yang menegaskan bahwa orang yang masuk neraka di antara orang-orang yang bertauhid disebabkan karena dosa-dosa yang mereka lakukan. Mereka mati dan belum sempat bertaubat dari dosanya dengan taubat nasuha (sebenar-benar tobat).

Misalnya bermuamalah dengan riba, mengurangi hak-hak orang lain, berbuat bid’ah dalam agama, melebihkan pakaian sampai melewati mata kaki atau menyentuh tanah (isbal), berlaku sombong, mengucapkan hal-hal yang dibenci Allah, berdusta atas nama Rasulullah saw, serta dosa-dosa lain yang para pelakunya diancam dengan api neraka, laknat, murka, kebinasaan, siksa yang keras.

  • Meremehkan Dosa-dosa Kecil

Banyak orang yang menganggap enteng dosa-dosa kecil. Alasannya, dosa-dosa kecil tersebut akan terhapus oleh shalat, puasa, dan berbagai amalan lainnya yang bisa menghapus dosa. Padahal masalahnya bukan sekedar terjerumus ke dalam dosa kecil saja. Sikap meremehkan, menganggap enteng, serta tetap melakukannya juga menjadi persoalan. Karena, dengan demikian seseorang akan cenderung meninggalkan istighfar dari dosa kecil.

Janganlah engkau melihat pada kecilnya perbuatan maksiat, tapi lihatlah keagungan Dzat yang engkau durhakai. Karena itu, selalulah waspada terhadap menganggap sepele dosa-dosa kecil, sekecil apapun ia. Di samping itu, waspadalah supaya jangan sampai selalu melakukannya. Sebab, dosa-dosa itu akan menjadi salah satu sebab jatuhnya seseorang dari shirath.