Kisah ini dituturkan oleh Syekh ‘Ali Tanthawi. Ia bercerita :

Aku memasuki salah satu masjid di kota. Aku melihat seorang anak muda yang sedang shalat. Aku pu bergumam, “Subhanallah, anak muda ini termasuk orang yang paling rusak. Dia suka minum-minuman keras, berzina, makan riba, durhaka kepada orang tuanya sehingga mereka mengusirnya dari rumah. Apa yang telah membawanya ke masjid?”

Aku mendekati anak muda itu. “Engkau fulan itu?” tanyaku

“Benar”, jawabnya

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepadamu … Beritahukanlah padaku bagaimana Allah memberimu petunjuk?”

“Petunjuk yang aku dapatkan ini adalah atas jasa seorang syekh yang memberikan nasihat pada kami di diskotik”

“Diskotik?!” Aku berseru setengah tak percaya

“Ya, di diskotik”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Kisahnya begini“. Ia mulai menceritakannya. “Di lingkungan kami, ada masjid kecil … imamnya adalah seorang syekh yang sudah berusia lanjut. Suatu hari, syekh tersebut menoleh kepada orang-orang yang ada di belakangnya dan berkata “Kemana orang-orang? Apa yang terjadi dengan kebanyakan orang, khususnya para pemuda? Mengapa mereka tak mau mendekati dan mengenal masjid?”

“Orang-orang yang ditanya menjawab, ‘Mereka berada di diskotik-diskotik dan cafe-cafe’

“Syekh tersebut kembali bertanya, ‘Apa itu diskotik dan kafe?’

“Salah seorang jamaah menjawab, ‘Diskotik adalah ruangan besar yang di dalamnya ada panggung tinggi. Para wanita naik ke panggung itu dalam keadaan telanjang atau setengah telanjang sambil menari, sementara orang-orang di sekitarnya menonton mereka’.

“Syekh berkata, ‘Apakah yang menonton itu muslim?’

“Mereka serentak menjawab, ‘Ya’

“Seykh itupun berkata, ‘La haula wa la quwwata illa billah. Mari kita pergi ke diskotik itu untuk memberikan nasihat kepada mereka !!’.

“Para jamaah berkata kepadanya, ‘Wahai syekh kemana anda? Anda mau memberikan nasihat kepada mereka di diskotik?’

“Syekh menjawab ‘Ya’.”

“Para jamaah mencoba menghalangi syekh itu agar tidak kesana. Mereka memberitahukan bahwa ia hanya akan diejek dan dihina, serta akan disakiti. Tapi syekh itu tetap bersikeras, ‘Apa kita lebih baik daripada Muhammad saw?!’ Ia lalu memegang tangan salah satu jamaah untuk menunjukkan kepadanya lokasi diskotik itu”

“Ketika mereka sampai disana, pemilik diskotik itu bertanya, ‘Apa yang kalian inginkan?’

“Syekh berkata, ‘Kami ingin memberi nasihat di diskotik ini'”

“Pemilik diskotik tersebut terheran-heran, dan terus memandangi mereka tanpa mau memberi izin. Mereka mendesak agar diberi izin. Akhirnya, mereka menyatakan bersedia membayar mahal, senilai harga masuk untuk satu hari penuh. Pemilik diskotik tersebut setuju. Ia meminta mereka untuk datang esok harinya pada pertunjukkan pertama”.

“Esok harinya aku berada di diskotik itu. Tarian pun dimulai oleh seorang gadis. Ketika telah selesai, tirai ditutup, kemudian dibuka kembali. Tapi, tiba-tiba yang muncul adalah seorang syekh yang penuh wibawa, tengah duduk di kursi. Ia memulai dengan membaca basmalah dan hamdalah, lalu memuji Allah, membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah saw. Kemudian ia mulai memberikan nasihat kepada orang-orang yang sedang tertegun heran. Mereka mengira itu merupakan bagian dari pertunjukkan lawak. Tapi manakala mereka sadar bahwa mereka benar-benar tengah berada di hadapan seorang syekh yang memberikan nasihat, mereka pun mulai mengejeknya serta menertawakannya keras-keras. Syekh tidak menghiraukannya dan terus memberi ceramah dan nasihat, sampai salah seorang peserta berdiri dan menyuruh orang-orang diam”.

“Maka suasana tenang pun menyelimuti diskotik itu, sampai-sampai kami hanya mendengar suara syekh itu saja. Ia berbicara tentang sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Ia membacakan ayat-ayat AL-Qur’an, hadist-hadist Nabi saw, serta kisah-kisah tobat beberapa orang saleh. Diantara yang ia katakan :

Wahai manusia, telah lama kalian hidup dan begitu banyak maksiat yang kalian lakukan. Kemana kenikmatan maksiat itu pergi? Kenikmatan tersebut telah pergi, sementara lembaran catatan amal kalian menjadi hitam. Kalian semua akan ditanya nanti pada hari akhir. Akan datang suatu hari ketika segala sesuatu akan musnah, kecuali Allah SWT. Wahai manusia, tahukah kalian kemana perbuatan kalian akan membawa kalian? Kalian tidak tahan terhadap api dunia, lalu bagaimana dengan api Jahannam yang 70 kali lipat dari api dunia? Segeralah kalian bertobat sebelum kesempatan hilang …

“Ketika itu, semua orang menangis. Syekh itu lalu keluar dari diskotik. Orang-orang mengikutinya dari belakang, dan mereka bertobat atas bantuannya. Bahkan pemilik diskotik itu juga bertobat dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya”