• Seperti Hadist

“Khasiat terong sesuai dengan niat yang memakannya”

  • Dan juga hadist

“Terong adalah obat segala penyakit”

Kenyataan menunjukkan jika terong dimakan sebagai obat sakit demam, atau untuk mengobati berbagai jenis penyakit lainnya, maka ini justru akan memperparah sakit yang di derita. Jika orang miskin makan terong dengan niat akan menjadi kaya, apakah mungkin ia akan memperoleh kekayaan? Jika seorang yang bodoh makan terong dengan tujuan agar pintar, apakah dia akan mendapatkan ilmu? Tentu jawabannya tidak.

  • Juga Hadist

“Jika seseorang bersin saat ada yang berbicara, maka itu pertanda akan kejujuran dan kebenaran ucapan orang tersebut”

Meskipun sebagian orang ada yang menshahihkan sanad hadist ini, akan tetapi kenyataan membuktikan kepalsuan kandungannya. Karena kita menyaksikan betapa banyak orang yang bersin di saat berbohong. Kalaulah ada 100.000 orang yang bersin tatkala dibacakan hadist yang diriwayatkan dari Nabi saw maka tidak bisa dipastikan bahwa hadist tersebut shahih dengan sebab bersin tersebut. Demikian juga, jika mereka bersin tatkala menyampaikan kesaksian palsu, maka persaksian tersebut tetap tidak bisa dibenarkan.

  • Begitu pula dengan hadist palsu

“Hendaklah kalian makan adas, sebab adas mengandung berkah, melembutkan hati, menyebabkan seseorang mudah menangis, dan telah disucikan oleh 70.000 nabi”

Abdullah bin Mubarak pernah ditanya berkenaan dengan hadist ini. Dikatakan kepadanya, “Sesungguhnya hadist ini driwayatkan dari engkau!” Maka beliau menjawab (keheranan) “Dan dariku juga?!”

Tidak ada keistimewaan dari adas kecuali hanya sekedar sebagai bahan makanan yang sangat cocok dengan selera yahudi. Kalau benar ada seorang nabi yang mensucikan adas ini, niscaya adas akan menjadi obat berbagai penyakit. Lalu bagaimana pula kalau yang mensucikannya adalah 70.000 orang nabi (tentu khasiatnya jauh lebih mujarab)

Kemungkinan besar hadist ini dipalsukan oleh orang-orang yang sangat menyukai adas

  • Contoh selanjutnya adalah hadist

“Sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram)”

  • Contoh berikutnya adalah hadist,

“Minumlah sebelum makan, niscaya kalian akan kenyang”

Kenyataan menunjukkan, minum sebelum makan justru akan membahayakannya, dan akan menghalangi penempatan makanan di dalam lambung dan menghambat proses pencernaan.

  • Contoh yang lain adalah hadist :

“Manusia paling pendusta adalah para tukang celup kain dan tukang sepuh logam”

Kenyataan membantah hadist ini. Sebab kebohongan yang dilakukan oleh selain mereka justru berlipat-lipat lebih dahsyat, seperti orang-orang Syi’ah Rafidah, dimana mereka adalah makhluk Allah yang paling pendusta, juga para dukun, para paranormal, dan para peramal nasib melalui astrologi