Hal-hal berikut ini diantaranya :

  • Terhalangnya komunikasi antara hamba dan Rabb-nya

“Sekali-kali tidak , sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka”. (QS. Al-Muthaffifiin : 15)

  • Makhluk ciptaan menjadi semakin terasing dari Rabbnya.
  • Murung yang berlarut-larut

“Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pengkal keraguan dalam hati mereka” (QS. At-Taubah : 110)

  • Munculnya rasa takut dan goncangan dalam hati
  • Hidup yang serba sulit

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaha : 124)

  • Hati yang keras dan gelap

“dan kami jadikan hati mereka keras membatu” (QS. Al-Maidah : 13)

  • Muka yang muram

“Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu” (QS. Ali Imron : 106)

  • Adanya sikap benci yang demikian kental di dalam hati setiap makhluk. “Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi-Nya” (Al-Hadist)
  • Rezeki yang sempit

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka” (QS. Al-Maidah : 66)

  • Adanya kemarahan Sang Maha Pengasih, nilai keimanan yang menurun, dan turunnya musibah serta kesedihan.

“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan . Dan untuk orang-orang yang kafir siksaan yang menghinakan” (QS, Al-Baqarah : 90)

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifiin : 14)

“Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman” (QS. Al-Baqarah : 88)