Sendi adalah hati yang selalu bersyukur, lidah yang terus berdzikir, dan tubuh yang senantiasa bersabar.

Syukur, dzikir, dan sabar mengandung nikmat dan ganjaran

Kalaupun saya menghimpun ilmu para ulama, nasihat para orang-orang bijak dan lagu atau musik mengenai kebahagiaan ini, niscaya anda tidak akan mendapatkannya hingga anda sendiri memiliki tekad bulat. Yakni, tekad untuk merasakan, merengkuh serta mencarinya dengan sungguh-sungguh serta berusaha untuk mengusir apa yang bertentangan dengannya : “Barangsiapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan kaki maka Aku akan mendatanginya dengan berlari” (Hadist Qudsi)

Salah satu tanda kebahagiaan seorang hamba adalah menyembunyikan rahasia dirinya dan merencanakan jalan hidupnya.

Disebutkan bahwa ada orang seorang badui yang mendapat kepercayaan untuk menyembunyika sebuah rahasia dengan imbalan 10 dinar. Namun ia merasa tidak betah dengan rahasia tersebut. Kemudian dia pergi menemui pemilik dinar. Ia mengembalikan dinar tersebut, dan membuka rahasia yang dibebankan padanya. Kesimpulannya, menyembunyikan rahasia itu butuh ketahanan, kesabaran dan tekad yang kuat.

“Janganlah kamu ceritakan mimpiu itu kepada saudara-saudaramu” (QS. Yusuf : 5)

Karena sesungguhnya titik lemah yang ada pada manusia adalah menyingkap lembaran-lembaran kehidupannya kepada manusia, menyebarkan rahasia-rahasia hidupnya kepada mereka. Ini merupakan penyakit lama, penyakit menahun yang menjangkiti manusia. Karena jiwa manusia memang cenderung untuk menyebarkan rahasia dan menyebarkan berita.

Hubungannya dengan masalah kebahagiaan adalah bahwa siapa yang menyebarkan rahasia dirinya, maka umumnya mereka akan mengalami penyesalan, kesedihan dan kegelisahan.

Karena itu saya anjurkan kepada anda untuk merujuk kepada firman Allah,

“Hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun” (QS. Al-Kahfi : 19)