Ketika kegelapan menjadi semakin pekat, ketika petir menyambar-nyambar, dan angin bertiup kencang, maka fitrah manusia pun tergugah :

“datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atannya kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur” (QS. Yunus : 22)

Ayat ini tidak berlaku bagi seorang muslim yang selalu berdoa kepada Rabb-nya, baik dalam keadaan sulit atau dalam keadaan lapang.

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit” (QS. Ash-Shaffat : 143-144)

Umumnya, orang memohon kepada Allah ketika dia sangat membutuhkan, dia melakukannya dengan khusyu’. Dan, ketika semua yang dia harapkan telah tercapai, dia pun berpaling dan menjauh dari Allah. Tapi Allah tidak mungkin bisa dipermainkan seperti anak kecil dan tidak mungkin pula ditipu.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An-Nisaa : 142)

Orang-orang yang berserah diri kepada Allah hanya pada saat-saat terjepit saja tak lebih seperti ‘murid-murid’ si sesat dan kafir yang bernama firaun itu. Ungkapan berserah diri yang harus dikatakan, “Sudah terlambat”

“Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal Sesungguhnya kamu Telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Yunus : 91)

Mengapa semua itu terjadi ? Karena jiwa memang diciptakan untuk beriman kepada Allah. “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang membuat mereka menjadi yahudi, kristen, atau menjadikan mereka majusi” (Al-Haidist)