• Seperti shalat khusus hari minggu, malam minggu, hari senin, malam senin dan seterusnya sampai akhir pekan, semuanya palsu
  • Begitu juga hadist tentang shalat ragha-ib di malam jumat pertama dari bulan rajab. Semuanya adalah bohong dan dipalsukan atas nama Rasulullah saw
  • Sebagai contoh adalah hadist yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Mandah (dia seorang shoduq), dari Ibnu Jahdhom (dia seorang pemalsu hadist), “Rajab adalah bulan Allah, syaban adalah bulanku dan ramadhan adalah bulan umatku”
  • Dan didalam hadist tersebut terdapat lafazh :

“Janganlah kalian terlalaikan dari jumat pertama bulan rajab, Malam itu diberi nama oleh para malaikat dengan malam ragha-ib”

Ibnul Jauzi berkata, para ulama menuduh Ibnu Jahdho yang membuat kedustaan ini. Aku mendengar Abdul Wahhab Al-Hafidh berkata, para perawinya majhul, aku telah meneliti nama-nama perawi ini dalam semua kitab namun tidak aku dapati.

  • Semua hadist yang menyebutkan puasa di bulan rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah dusta. Seperti hadist,

“Barangsiapa yang shalat setelah magrib di malam pertama bulan rajab sebanyak 20 rakaat maka dia akan melewati shirath tanpa hisab”

“Barangsiapa yang berpuasa satu hari dari bulan rajab dan shalat 4 rakaat dengan membaca di rakaat pertama ayat kursi 100 kali dan rakaat kedua al-ikhlas 100 kali maka, dia tidak akan mati sebelum melihat tempat duduk di surga”