Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya :

  • Hati yang tak terisi cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah
  • Membiarkan mata jelalatan. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. An-Nur : 30)

Rasulullah juga bersabda, “pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis”

  • Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan shalat nafilah

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45)

Adapun Obatnya,

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS. Yusuf : 24)

  • Berusaha untuk selalu berada di pintu-pintu ibadah dan memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung
  • Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nur : 30)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” (QS. Al-Mu’minum : 1 dan 5)

  • Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
  • Menyibukkan diri dengan amal shaleh dan berguna

“Maka Kami memperkenankan do’anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas . Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami” (QS. Al-Anbiya : 90)

  • Menikah secara syar’i

“nikahilah wanita yang kamu senangi” (QS. An-Nisa : 3)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Rum : 21)

Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah”