Diantara hal-hal yang membuat hati kita bingung, yang mengganggu keteguhan dan ketenangannya adalah ambisi agar dikenal dan mendapat simpati orang lain.

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Qashash : 83)

“Barangsiapa berlaku riya’, maka Allah akan bersikap riya’ kepadanya, dan barangsiapa menginginkan kemashyuran maka Allah pun akan memamerkan kemashyuran kepadanya” (Al-Hadist)

Allah berfirman,

“Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An-Nisa : 142)

“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih” (QS. Ali Imron : 188)

“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung-kampung dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah” (QS. Al-Anfal : 47)