Dalam sebuah hadist qudsi disebutkan : “Barangsiapa yang Aku ambil orang yang dicintainya dari penduduk dunia kemudian dia (bersabar sambil) mengharapkan pahala (dari-Ku), maka Aku akan menggantinya dengan surga” (HR. Bukhari)

Dalam hadist qudsi lainnya disebutkan “Barangsiapa Aku uji dengan (dicabut) kedua kekasihnya (kedua matanya) maka akan Aku ganti keduanya dengan surga”

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS. Al-Hajj : 46)

Dalam sebuah hadist qudsi yang lain Rasulullah bersabda “Sesungguhnya jika Allah mencabut anak seorang hamba yang beriman maka Allah bertanya kepada para malaikat (yang mencabutnya), “kalian telah mencabut nyawa anak hambaku yang beriman ?” Malaikat-malaikat itu menjawab, “Ya.” Allah bertanya lagi “Kalian mencabut buah hatinya ?” Mereka menjawab “Ya”. Allah bertanya lagi “Apa yang dia katakan ?” Mereka menjawab “Dia memuji Engkau dan mengembalikan (semua urusannya untuk-Mu)”. Allah berkata “Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namakan rumah itu dengan Baitul Hamd” (HR. Tirmidzi)

Dalam sebuah atsar disebutkan “Di hari kiamat kelak banyak orang yang membayangkan seandainya diri mereka pernah dicabik-cabik dengan alat pemotong, karena melihat betapa indahnya balasan bagi orang yang ditimpa musibah”

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10)

“Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah” (QS. Ar-Ra’d :34)

“Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir” (QS. Al-Baqarah : 250)

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan” (QS. An-Nahl : 127)

“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu” (QS. Ar-Ruum : 60)

Dalam sebuah hadist disebutkan “sesungguhnya, besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Maka, barangsiapa yang (dengan) rela (menerimanya), maka baginya kerelaan itu, dan barangsiapa yang benci maka baginya kebencian itu” (HR. Tirmidzi)

Ada sejumlah permasalahan besar dalam musibah-musibah itu : ada kesabaran, takdir, pahala, tuntutan agar hamba menyadari bahwa Yang Mengambil adalah Yang Memberi dan Yang Mencabut adalah Yang Menganugerahkan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa : 58)