Dalam sebuah angket atas nama Wati (20 tahun) tertulis penuturan seperti ini :

“Saya sudah pernah melakukan senggama. Pertama kali saya melakukannya dengan pacar saya ketika berusia 18 tahun. Selama berpacaran, saya melakukan semua hal, mulai dari saling mengunjungi, jalan berduaan, cium pipi, cium bibir, pegang buah dada, pegang alat kelamin sampai pada senggama. Menurut saya, hubungan seks di luar nikah adalah normal, asalkan bisa menanggung resikonya

Mengenai akibat dari senggama, wati mengatakan tidak masalah. “Kehamilah bisa dicegah dengan obat alat kontrasepsi atau pantang berkala. Kalaupun terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, kandungan itu digugurkan saja” tuturnya ringan. Dengan pandangan seperti itu, wati melakukan senggama dengan pacarnya kira-kira 1 bulan sekali. Naudzubillah …

Dengan demikian, tak heran jika angka aborsi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini jelas bertentangan dengan hati nurani manusia. Orang lain pun dilibatkan, misalnya dokter atau bidan yang membuat mereka melawan hati nuraninya dan juga melanggar kode etik kedokteran maupun sumpah jabatan. Kesalahan dua orang mengakibatkan orang-orang professional menjadi pembunuh bayaran.

Belum lagi, dengan bayi-bayi yang dibuang karena kelahiran yang tak diinginkan. Hal ini tentu membuat kita terenyuh dan prihatin, betapa tidak berharganya nyawa manusia di mata orang-orang yang menyalahgunakan hubungan seks. Kelahiran yang tidak diinginkan telah membuat seorang ibu menjadi pembunuh darah dagingnya sendiri.

Selain itu, akibat dari pergaulan bebas dan hubungan seks bebas adalah penyebaran penyakit. Penyakit yang saat ini paling menakutkan adalah penyakit kurangnya daya tahan tubuh terhadap serangan HIV aids dan Herpes Simplex II. Jika anda merasa memakain kondom itu aman, anda salah karena sekarang telah berkembang penyakit yang walaupun anda memakai kondom anda akan tetap tertular penyakit Kanker Mulut Rahim yang menjadi pembunuh no. 1 di negara berkembang contohnya indonesia.

Untuk itu, betapa fitrahnya agama islam yang menginginkan terpeliharanya kesucian dan kehormatan wanita. Hal ini tentu didambakan oleh setiap orang, sekalipun bagi mereka yang pernah terjebak dalam pergaulan bebas. Mereka tetap pada fitrah semula, menginginkan pasangan hidup yang bersih. Bersih lahir dan batin.

Kalaupun masih ada yang mengingkari fitrah ini, silahkan jawab pertanyaan berikut ini :

  • Apakah anda dapat berkata jujur tentang hubungan seks yang pernah anda alami kepada calon pasangan yang akan menjadi istri/suami anda yang sesungguhnya ? Jika tidak, mengapa anda berani melakukan perbuatan nista itu ?
  • Jika anda disuruh memilih dari dua calon pasangan anda, yang satu pernah melakukan hubungan seks dan yang lainnya teguh memegang ajaran islam. Mana yang akan anda pilih ? tentu yang teguh dalam berislam kan !! Tapi mengapa anda berbuat hal yang merusak kesucian, sementara anda menginginkan pendamping yang bersih ???
  • Bagaimana perasaan anda, jika mengetahui istri/suami anda mempunyai nostalgia hubungan seks dengan pasangannya masing-masing ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tapi mengapa anda melakukan adegan serupa terhadap seseorang yang nantinya akan menjadi pendamping hidup orang lain ?
  • Jika anda telah menjadi ayah atau ibu dari anak anda, apakah anda senang mempunyai anak seperti responden wati dan pacarnya di atas ? Kalau tidak, mengapa anda menghancurkan perasaan orang tua anda dengan berbuat demikian seperti yang dilakukan responden wati dan teman “main” nya ???
About these ads