Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw yang tertera dalam kitab At-Targhib Wattarghib (Al-Mundziri) jilid 1 halaman 467-468, shalat tasbih diantaranya berfungsi untuk membersihkan hati, mencerahkan pikiran, mengikis habis sifat-sifat yang tidak terpuji dan juga untuk mengampuni sepuluh macam dosa baik yang terdahulu atau sekarang. Baik dosa yang disengaja atau tidak, kecil atau besar, tersebunyi atau tidak, ataupun yang terasa atau tidak.

Berikut ini teknis pelaksanaannya,

  • Jumlah rakaatnya adalah 4 rakaat. Jika siang mengerjakannya, maka di satu salam kan. Kalau malam, bisa dengan di dua salamkan. Niatnya adalah sebagai berikut. Ushalli sunnatat tasbih arba’a raka’atin lillahi ta’ala.
  • Bacaan setelah surat Al-Fatihah dibebaskan. lebih panjang bacaan suratnya tentu lebih baik.
  • Di dalam shalat tasbih, harus membaca tasbih Al-baqiyatus shalihah berjumlah 300 kali yakni, Subhanallah walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.
  • Dengan perincian sebagai berikut.
  1. Setelah bacaan surat sebelum masuk rukuk 15 kali
  2. Dalam rukuk 10 kali
  3. Katika i’tidal (bangun dari rukuk) 10 kali
  4. Ketika sujud 10 kali dan bangun dari sujud 10 kali
  5. Kemudian, sujud 10 kali bangun dari sujud 10 kali

Lakukan bacaan tasbih ini setiap rakaat sehingga berjumlah 300 kali.

  • Setelah selesai melaksanakan shalat, lantas berdoa terutama pada saat sujud terakhir. Bahkan ada ulama menyebutkan saat sebelum salam setelah membaca tahiyat akhir juga dianjurkan berdoa. Akan tetapi tidak dilafalkan.

Demikianlah hamparan hikmah dan ilmu tentang shalat tasbih. InsyaAllah, seperti disebut hadist di atas, kita tidak akan pernah main-main dalam hidup yang sesaat ini. Dengan untaian tasbih yang terus kita rapal dan shalat yang kita tegakkan, kita akan menemukan-Nya dan itu artinya kita menemukan apa yang kita cari.