Wanita shalihah mengetahui bahwa puasa Ramadhan adalah salah satu dari rukun islam. Karena itu, ia melaksanakannya dengan penuh keimanan dan kesungguhan. Wanita shalihah berpuasa dalam arti yang sebenarnya, tidak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan semua anggota tubuh dari segala sesuatu yang dapat merusak nilai puasa, termasuk menahan lintasan negatif. Ia ingat betul pesan Rasulullah saw, dalam hadistnya :

“Jika salah seorang diantara kalian sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Apabila ia dicaci maki oleh seseorang dan disakiti, hendaklah ia mengatakan : ‘sesungguhnya saya sedang berpuasa’. ” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah saw mengingatkan umatnya :

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata kotor yang mengandung dosa dan tidak meninggalkan perbuatan dosa, maka Allah tidak membutuhkan peninggalan makan dan minumnya (puasanya) itu” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, wanita shalihah senantiasa memenuhi hari-hari puasanya dengan berbagai macam amal ibadah. Tugas-tugas rumah tangga yang menjadi kewajibannya tidak membuatnya surut untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail (shalat malam) dan Tilawah (membaca Al-Qur’an). Keduanya ia padukan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya, bahkan ia menjadi motivator bagi keluarganya untuk mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai amal ibadah. Terlebih lagi di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, karena di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan yaitu Lailatul Qadar.

Rasulullah saw bersabda,

“Carilah lailatul qadar pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari-Muslim)

Hiasilah Ramadhan anda dengan amal shalih dan jangan biarkan lintasan negatif mengurangi nilai puasa anda. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 Hijriyah