Ada beberapa faktor suatu doa tak dikabulkan, antara lain :

  • Perkara ini sejak awal hingga akhir, kembali pada kehendak Allah Swt. Karena itu makna firman Allah “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku (QS. Al-Baqarah : 186) adalah “Aku mengabulkan, jika Aku berkehendak, doa orang yang berdoa”
  • Bukan merupakan hikmah dan maslahat, semua doa manusia dikabulkan. Permintaan itu berbeda-beda. Keperluan manusia terkadang juga saling bertentangan. Misalnya, semua manusia minta agar dijadikan kaya. Jika Allah Swt mengabulkan semuanya, maka tidak akan didapati seorang miskin pun yang berhak menerima zakat. Selain itu, ia tidak bisa menyuruh orang lain untuk suatu keperluan, karena semua orang telah menjadi kaya dan tidak butuh pada orang lain secara sosial. “Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran” (QS. Asy-Syura : 27)
  • Doa adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Doa akan bermanfaat bagi seseorang, baik dikabulkan atau tidak. Hanya dengan berdoa, manusia sudah melakukan ibadah kepada Allah. Bahkan doa merupakan ibadah yang paling agung dan paling besar. Jika Allah tidak mengabulkan doa seseorang di dunia, karena suatu hikmah yang hanya diketahui oleh Allah Swt, Dia akan menggantinya dengan pahala di akhirat. Kadang pula pengabulan doa itu sebenarnya sudah terjadi namun seseorang tidak menyadarinya
  • Dalam doanya manusia terkadang minta untuk diberi kebaikan atau dihindarkan dari kejelekan. Namun apakah semua yang dianggap manusia sebagai kejelekan, itu memang ternyata benar-benar jelek ? Tidak, karena bukan berarti kebaikan dan kejelekan itu tidak selalu seperti yang dibayangkan oelh orang yang pengetahuannya terbatas dan tidak bisa melihat sesuatu secara obyektif. Pengalaman hidup banyak orang membuktikan hal itu. Mahabenar Allah yang berfirman

“jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa : 19)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

  • Doa memiliki syarat dan etika. Selagi keduanya dipenuhi oleh seseorang, doanya punya peluang besar untuk dikabulkan. Sebaliknya, jika ia teledor dengan tidak memenuhi syarat da etika itu, kemudian berdoa dengan hati yang kosong, maka doanya jauh kemungkinannya untuk dikabulkan. Banyak orang yang tidak mengindahkan syarat dan etika ini, bahkan justru melakukan hal-hal yang bisa mencegah terkabulnya doa. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan ?