• Sikat gigi
  • Berdoa

“Allahumma lakal hamdu anta qayyimus sama waati wal ardhi waman fiihinna, wa lakal hamdu laka mulkus sama waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus sama waati wal ardhi waman fiihinna, wa lakal hamdu anta malikus sama waati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal haqqu wa liqa’u ka haqquwa qawluka haqquwal jannatu haqqu wannaru haqqaw wannabiyuuna haqquwa muhammadan sallallahu ‘alaihi wasallama haqqu wassa ‘atu haqqu, allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khashamtu wa ilaika hakamtu, faghfirlii ma qaddamtu wa a ajjartu wa ma asrartu wa ma a’lantu, antal muqqadimu wa antal muakhiru, la ilaha illa anta / la ilaha ghairuka”

Artinya : Ya Allah, milik-Mu segala pujian. Engkau yang mengurus langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Milik-Mu segala pujian. Milik-Mu segala kerajaan langit dan bumi serta yang ada di dalamnya. Milik-Mu segala pujian. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Engkau adalah raja langit dan bumi. Milik-Mu segala pujian. Engkau Mahabenar, firman-Mu benar, surga-Mu benar, neraka-Mu benar, nabi-nabi-Mu benar, Muhammad saw benar, dan hari kiamat benar. Ya Allah untuk-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, dan kepada-Mu aku kembali. Demi Engkau aku rela berseteru (dengan musuh) dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, yang aku sembunyikan dan yang aku nyatakan. Engkaulah yang mendahulukan dan yang mengakhirkan. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi selain Engkau / tidak ada sembahan yang berhak diibadahi selain Engkau. (HR. Bukhari)

  • Shalat, Disebutkan dalam hadist bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi saw, “Ya Rasulullah saw, bagaimanakah cara shalat malam itu ? ” beliau menjawab, “shalat malam itu dua rakaat (salam), dua rakaat (salam). Jika kamu mengkhawatirkan waktu subuh segera tiba, maka witirlah dengan satu rakaat saja” (HR. Bukhari)
  • Memanjangkan sujud dalam shalat malam. Diriwayatkan dari Az-Zuhri bahwa ia berkata “Urwah membawakan riwayat kepadaku bahwa Aisyah ra memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw mengerjakan shalat malam 11 rakaat. Itulah shalat yang beliau kerjakan. Beliau mengerjakan sekali sujud saja dengan ukuran lama kira-kira salah seorang diantara kalian selesai membaca 50 ayat Al-Qur’an sebelum beliau mengangkat kepala. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum fajar, kemudian beliau berbaring pada sisi kanan sampai kemudian datanglah muadzin untuk mengumandangkan adzan (HR. Bukhari).

Aisyah ra mengatakan, “Dalam rukuk dan sujud, Rasulullah saw banyak mengucapkan kalimat :

“Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummagh firlii”

Artinya : Mahasuci Engkau, ya Allah, ya Rabb kami. Dengan senantiasa memuji-Mu, ya Allah berikanlah ampunan kepadaku (Fathul Bari III/8)

  • Istighfar (memohon ampun kepada Allah) Allah Swt berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)” (QS. Adz-Dzariyat : 15-18)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan baginya dari setiap kesempitan ada jalan keluarnya, dan dari sertiap kegundahan ada penyelesaiannya. Demikian juga, Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu dawud)

“Tidak boleh ada keirian kecuali dalam 2 hal, yaitu iri kepada seseorang yang dianugerahi Al-Qur’an oleh Allah, sedangkan ia menegakkannya sepanjang siang dan malam, serta iri kepada seseorang yang dianugerahi harta oleh Allah, sedangkan ia menginfakkannya pada waktu siang dan malam” (HR. Bukhari Muslim)