Kalau kamu gemar nonton sinetron-sinetron indonesia yang jumlahnya banyak banget, ada satu kesimpulan yang bisa kamu dapatkan. Hampir semua sinetron menjual emosi yang berlebih-lebihan, emosi itu berupa penindasan terhadap tokoh utama sampai pada tingkat yang tidak bisa dicerna oleh akal, perebutan kekuasaan atau harta dan yang ngetren banget adalah perebutan pacar. Nggak cewek nggak cowok, ngerebutin pacar dengan menghalalkan segala cara di sinetron adalah lumrah. Untung Cuma di sinetron, mudah-mudahan di kehidupan nyata nggak seperti itu (atau jangan-jangan nggak beda). Padahal kata banyak orang, sinetron-sinetron itu adalah potret realitas dari masyarakat kita.

Tapi yang jelas, emosi atau hawa nafsu yang tidak terkendali, bisa merusak tata kehidupan kita, masyarakat bahkan dunia. Tengok saja sejarah terjadinya perang dunia satu dan dua, semuanya dilandasi dengan nafsu untuk berkuasa, ingin jadi superior dan sebagainya.

Contoh terbaru, lihatlah presiden amerika! Saking emosinya sama Saddam Husein, dia mereka-reka skenario untuk meruntuhkan kekuasaannya, menciptakan isu senjata pemusnah massal. Sekarang sesudah bukti sejarah dan peradaban bangsa irak hancur, ternyata isu itu tidak terbukti, eeeh … masih saja amerika itu bercokol di irak entah untuk apa lagi.

Sebagai orang beriman tentu dalam hal apapun kita ingin selaras dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadist termasuk masalah emosi. Masa sih emosi ada dalam Al-Qur’an dan hadist ? Ada donk, kan islam itu agama yang super lengkap mengatur kehidupan kita. Dalam islam kita harus mampu mengekang emosi.

Tuh, nggak boleh kan kita marah-marah nggak karuan, apalagi karena persoalan sepele semisal rebutan cowok. Ngapain ngerebutin yang belum tentu jadi jodoh kita ? udah bikin capek badan, capek pikiran, rugi lagi ! Tahu nggak, orang yang marah itu wajahnya jadi jelek, katanya mau jadi cewek yang terindah …

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :
“Hati-hatilah kamu terhadap marah, karena marah berarti api membara dalam tubuh manusia, tahukah kamu ketika seseorang dihinggapi emosi matanya merah membara, urat-urat lehernya tegak. Oleh karena itu, jika seseorang marah, berbaringlah insya Allah dingin kembali”

Bener khan kalau orang marah itu jelek banget!

Manusia dalam hal marah atau emosi ada yang bermacam-macam sifatnya
cepat emosi tapi cepat redanya
cepat emosi lambat redanya
lambat emosi tapi lambat redanya
lambat emosi tapi cepat redanya

Yang paling bagus adalah yang terakhir yaitu lambat emosi tapi cepat redanya, kata Abu Umamah Bahily. Rasulullah bersabda : “barangsiapa mengekang marahnya padahal mampu baginya untuk melampiaskan emosinya itu, lalu ia tetap saja bersabar, pasti Allah akan memenuhi hatinya dengan ridha-Nya di ahri kiamat” .

Eh, tahu nggak ? kata setan, orang yang marah itu dikuasai olehnya seperti bola di tangan anak-anak. Oleh karena itu kamu harus sabar agar tidak dipermainkan oleh setan dan tidak disesatkan pada perbuatan maksiat. Memangnya kamu mau nemenin setan di neraka, nggak kan ?

Setiap Ramadhan kamu berpuasa kan ? Pasti donk, ini kan kewajiban yang harus kita laksanakan. Nah, puasa itulah salah satu cara untuk mengekang emosi kita. Trus puasanya nggak cuma pas Ramadhan aja, realisasikan deh dalam kehidupan sesudah bulan Ramadhan sambil nunggu Ramadhan berikutnya. Cobalah puasa sunnah. Ada puasa sunnah senin-kamis, puasa selama 3 hari setiap tanggal 13, 14, 15 (bulan Hijriyah) atau puasa Nabi Daud yang 1 hari puasa 1 hari buka. Dengan begitu, yakin deh emosimu akan lebih terkendalo dan insya Allah hatimu tambah cantik dengan hiasan sabar menahan emosi. Asyikkan … udah cantik, sehat lagi !