Ini dia salah satu kebiasaan buruk yang paling sulit dihilangkan ama cewek (bukan berarti cowok nggak pernah lo!). Kebiasaan buruk itu adalah ngegosip, ghibah, begunjing alias ngerumpi atau ngomongin orang.

Yang namanya ngomongin orang itu kayaknya paling seru, apalagi kalau ngomongin kejelekan saingan kita. Wah, sudah mencang-mencong tuh mulut rasanya belum kelar juga. Belum lagi ditambahin bumbu-bumbu penyedap dari lawan bicara kita, udah deh … cerita yang tadinya cuma A dan B bertambah jadi C dan D sampai akhirnya Z. Parah banget kan ?

Begosip itu bisa dilakukan di mana saja, mulai di kantin sekolah, ruang kelas sampai ibu-ibu yang belanja sayur pun menjadikan tongkrongan gerobak sayur menjadi forum gossip. Kapan saja di mana saja

Lucunya lagi, televisi ikut menumbuhsuburkan budaya gosip menggosip ini. Lihatlah tayangan infotainment yang menjamur di seluruh stasiun televisi ,dari pagi buta sampai malam, asal kita melek aja pasti ada tayangan gosip artis. Iya sih judulnya bedam tapi isinya tetap aja sama.

Kata Rasulullah, yang namanya gosip itu adalah fakta yang diomongin orang tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan, kalau yang diomongin itu bukan fakta namanya fitnah. Nah, kalau fitnah itu sudah kategori berat banget, karena fitnah lebih kejam daripada tidak memfitnah sama sekali, eh pembunuhan

Cuma masalahnya, bairpun gosip itu fakta, kebanyakan yang diomongin adalah yang jelek-jelek tentang seseorang itu. Coba kalau ada artis cerai, wah … se;luruh televisi menyiarkannya berulang-ulang, ditambahin lagi dengan kisah-kisah semasa mereka masih pacaran dan pengantin baru. Berita tentang kunjungan kenegaraan presiden aja bisa sampai kalah pamornya. Eh, bahkan ada lo artis yang sebenarnya baik-baik saja jadi beneran bercerai hanya karena sering digosipin. Duh kasian ya …

Allah berfirman yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujarat : 12)

Ternyata, Al-Qur’an membuktikan bahwa biang gosip itu udah ada sejak kurang lebih 14 abad yang lalu, buktinya karakteristik gosip sudah disebutkan dalam Al-Qur’an sampai sedetil-detilnya begitu.

Dalam surat Al-Hujarat tadi disebutkan kalau orang bergosip itu biasanya berprasangka buruk pada orang yang digosipkannya, selalu mencari-cari kesalahannya dan menggunjingkannya. Allah mengibaratkannya seperti makan daging saudaranya yang sudah mati. Hiiyy … ngeri ya !!!

Trus, gimana donk kalau kita sudah terlanjur bergosip ? dalam kelanjutan ayat tadi disebutkan kalau Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang, jadi mulailah untuk taubat kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya.

Untuk mengerem kebiasaan bergosip, ada kiat-kiat yang bisa kita praktekkan :
posisikan dirimu menjadi obyek gosip. Nggak enak kan rasanya menjadi bahan gunjingan orang ?
berusahalah untuk menghindar jika ada orang yang sedang bergosip. Emang apa urusan kita ngomongin orang. Nggak ada untungnya kan ?
jika tidak bisa menghindar, arahkan si lawan bicara untuk menceritakan hal yang lain dari obyek yang sedang dibicarakan.
hindari kebiasaan nonton infotainment gosip
manfaatkan waktumu untuk hal-hal yang berguna. Waktu adalah pedang, jika kita tidak bisa menggunakannya, maka leher kita yang akan tertebas
Ingat firman Allah di surat Al-Hujarat ayat 12 tadi bahwa bergunjing sama dengan memakan bangkai saudaramu. Emangnya mau dianggap pemakan bangkai layak sumanto ?

Nah, selain gosip yang dilarang tadi,ada juga lo dalam islam gosip yang dibolehkan, yaitu :

orang yang dianiaya boleh mengadukan orang yang menganiayanya kepada pihak berwenang (misalnya polisi dan lain lain)
melenyapkan kemungkaran, misalnya kita mengadukan teman kita yang sering mabuk-mabukkan di kantin dengan maksud untuk melenyapkan kemungkaran bukan karena ingin balas dendam
konsultasi, misalnya ia menceritakan perbuatan yang dilakukan sahabatnya kepada konsultan karena dirinya sudah tidak sanggup lagi menyelesaikannya sendiri
memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak berperilaku seperti itu
menegur perbuatan jelek seseorang

Saat Rasulullah mengalami peristiwa isra’ mikraj naik ke langit, beliau melihat bahwa di neraka kebanyakan penghuninya wanita. Rasulullah heran dan bertanya mengapa ? Saat itu jibril yang menyertai Rasulullah saw menjawab, bahwa kebanyakan dari wanita tidak pandai menjaga lisannya.

Nah, kita para cewek, tentu mempunyai peluang yang sama untuk menjadi penghuni neraka jika kita tidak pandai menjaga lidah kita. Bergosip, panggil memanggil dengan sebutan yang buruk, melecehkan orang lain, tidak pandai bersyukur, dan dosa lisan lainnya akan mendaftarkan diri kita menjadi calon penghuni neraka.

Wahai para biang gosip, mulai sekarang berhentilah ngomongin kejelekan orang. Udah dosa, kita juga nggak akan pernah dapat apa-apa kecuali julukan si Ratu Gosip.