Nah, untuk para cewek, senang kan kalau melihat temanmu yang udah cantik, solehah, smart lagi! Nah, untuk yang seperti itu kamu wajib iri. Eits, bukan iri sembarang iri lo, tapi iri yang positif yang membuat kamu terdorong untuk menirunya, mencontoh kebaikannya dan menerapkan kiat-kiatnya agar bisa menjadi seperti itu.

Jadi seorang muslim itu sungguh beruntung lo, karena Allah mewajibkan menuntut ilmu bagi kaum muslimin dan muslimah. Itu tandanya Allah tidak menghendaki kalau muslimah itu bodoh, ketinggalan zaman, miskin informasi dan gaptek!

Kebayang ga sih kalau cewek secantik Tamara Blezinsky (atau yang lebih cantik lagi) itu ga nyambung alias tulalit pas diajak diskusi. Hehehe …. malu maluin kali ya … J

Makanya, menuntut ilmu itu penting banget. Tanpa ilmu, sedikit sekali yang bisa diperbuat manusia dalam hidupnya, bahkan mungkin ga akan ada perubahan sama sekali. Inget lo, ilmu memiliki dimensi jangkauan yang luas dan future’oriented, artinya berorientasi jauh ke depan.

Pentingnya menuntut ilmu itu dan kemuliaan orang yang berilmu banyak dinyatakan dalam Al-Qur’an dan hadist diantaranya firman Allah dalam surat-surat berikut ini.

“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS. Az-Zumar : 9)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadilah : 11)

“Rasulullah bersabda : apabila anak adam meninggal maka putuslah segala amalnya kecuali amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)

Kebayang kan sekarang pentingnya ilmu buat kita ? Ternyata Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Dengan ilmu, kita akan jadi paham dan ikhlas dalam beramal. Dengan ilmu, kita nggak akan dibodohi orang. Dengan ilmu, kita juga akan bisa masuk ke surga Allah. Dengan ilmu, segala yang kita inginkan akan bisa teraih!

Jadi jangan malas-malasan ya belajarnya!!! Belajar nggak cuma baca buku saat mau ujian, atau menghafal mata pelajaran. Namun dalam arti yang luas, belajar untuk mencari ilmu apapun bisa kita lakukan kapan saja di mana saja. Menunggu bis bisa sambil membaca. Bis macet di jalan bisa sambil membaca. Melihat pemandangan di jalan bisa merenung kebesaran Allah. Bertemu pengemis bisa belajar tentang kehidupan, betapa kita masih sangat beruntung mendapatkan nikmat sekian banyak. Belajarlah semua hal! Agar kita bisa bersikap arif dan bijaksana.

Dan di usiamu yang seperti sekarang, belajar biasanya kamu lakukan hanya saat mau ujian. Bener ga ? Baca diktat setumpuk, belum buku referensi lainnya dan kadang mengejar SKS alias sisten kebut semalam sudah menjadi kebiasaan. Padahal di hari lainnya yang kita bisa mencicil belajar, kita malah santai-santai aja, JJS bareng teman atau malah nonton film ke bioskop. Duh!!!

Jangan gitu donk, belajar bukan untuk nilai lo … tapi untuk memperoleh manfaat dari ilmu yang kita pelajari. Toh yang kita pelajari juga ilmu-ilmu yang berguna untuk kita, yaitu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan dunia dan ilmu untuk akhirat yaitu ilmu agama. Pokoknya belajarlah ilmu kecuali ilmu hitam atau ilmu santet!

Ayolah mulai dari sekarang berbenah diri, jadikanlah membaca sebagai hobby karena buku merupakan jendela dunia. Orang yang menggenggam ilmu itu bisa menaklukkan dunia, begitu juga kalau kita menguasai ilmu agama, insya Allah selamat dunia akhirat.

Ada orang yang tahu bahwa dia itu tahu, orang seperti ini biasanya malas untuk belajar lagi karena ia sudah tahu.

Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu, orang seperti ini akan mudah mendapatkan pelajaran karena dia ingin merubah dari tidak tahu menjadi tahu.

Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tahu, ini orang yang percaya dirinya kurang. Dia perlu dilatih untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya.

Ada orang yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu, yang seperti ini udah super banget ‘oon’nya. Udah ga ngerti apa-apa, enggak mau tahu lagi.

Untuk para cewek, lebih baik kita memposisikan diri sebagai orang yang belum tahu, lalu berusaha untuk mencari tahu. Merasalah kita masih bodoh sehingga semangat untuk pintar itu tetap terjaga

Namun sebaliknya, jika kita sudah merasa serba tahu dan pintar, kita akan stagnan tak berubah. Biasanya orang yang sudah merasa cukup dengan apa yang dia punya (dalam hal ini ilmunya), dia enggan untuk belajar lagi. Ini merugikan diri sendiri.

Padahal kita tahu, ilmu Allah itu sangatlah luas. Jika seluruh lautan di muka bumi ini dijadikan tinta, dan semua pohon-pohon dijadikan pena, maka itu tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu Allah. Meskipun akan ditambahkan sebanyak itu pula. Subhanallah …

Maka atas dasar apa kita merasa diri yang kecil dan bodoh cukup dengan sedikir ilmu ? Sungguh, ketika seluruh usia kita digunakan untuk mencari ilmu, maka tidak akan cukup untuk menjadi pintar.

Karena orang yang berilmu adalah orang yang tahu bahwa ilmunya masih sangat sedikit. Sedang orang-orang yang sombong adalah orang yang sudah merasa dirinya pintar dan banyak berilmu.

Ok, mudah mudahan kita termasuk orang yang selalu mencari tahu (menuntut ilmu) karena menuntut ilmu menurut islam, harus selalu kita lakukan dan buaian hingga liang lahat.