Menjadi remaja itu harus kreatif, apalagi di zaman sekarang yang apa-apa serba sulit. Kebutuhan hidup semakin banyak, sedang penghasilan ortu kita nggak bertambah. Kita, sebagai anak harusnya kreatif berusaha membantu mereka. Apalagi usia kita yang segini, nggak bisa dikategorikan anak kecil lagi. Kreatif! Nggak Cuma dalam konteks mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga dalam hal yang lain.

Anak kecil yang bisa menyusun puzzle dikatakan kreatif. Organisasi yang mini dana bisa tetap beroperasi karena pengurusnya kreatif. Seorang istri yang kreatif menata rumah dan memasak, membuat suami dan anak-anaknya betah di rumah. Penjual tas kreatif membuat mode tas yang banyak sehingga penjualan meningkat. Tukang es kreatif membuat rasa baru esnya sehingga pelanggannya tambah. Bahkan jurkam partai politik pun kreatif membuat acara sehingga masa tertarik dan simpatik pada partainya.

Yup, kita harus kreatif dalam segala hal.

Kreatif yang seperti apa sih ?

Ya tentu saja bernilai positif dan tidak bertentangan dengan agama kita. Apalagi kita seorang muslimah. Emang ada kreatif yang bertentangan dengan adab islam ? eh, banyak lo, ada yang saking kreatifnya coba-coba mengutil di mall atau menawarkan diri buat nemenin om-om. Hal seperti itu sering kita lihat di mall atau cafe. Katanya sih demi mencukupi kebutuhan dan budaya konsumtif. Ih, amit amit! Itu sih namanya bukan kreatif ya … tapi menceburkan diri dalam dosa.

Kreatif yang bernilai positif dapat dengan mudah kita lakukan, syaratnya gampang kok. Yang paling utama adalah kita harus tahu ilmunya. Lalu mengapa kita harus berkrearif dengan cara seperti itu, bukan cara yang lain. Dan yang pasti jangan malas!

Tentu saja kreativitas itu adalah sesuatu yang perlu diasah agar tidak tumpul, jangan mengandalkan pada bakat saja. Orang yang berbakat tapi malas tidak akan berhasil, tapi orang yang tidak berbakat tapi tekun mengasah kreativitasnya, insya Allah pasti akan maju. Nggak percaya? Coba aja deh

Rasulullah saw sangat menghargai orang yang kreatif, beliau pernah bersabda seandainya hari kiamat tiba sedangkan kamu memegang biji, jika kamu bisa menanam maka tanamlah. Beliau juga mengatakan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati dan senantiasa melakukan ibadah, bersiap-siap menyambut kematian yang pasti datang itu. Kurang lebih konteksnya begitu.

Dalam hadist tersebut, Rasulullah saw seakan hendak mengisyaratkan bahwa kreativitas tidak boleh berhenti begitu saja sekalipun saat itu kiamat akan tiba. Kreativitas juga harus senantiasa kita lakukan sebelum ajal menjemput kita.

Pada tingkatan tertentu, kreativitas membutuhkan gerak fisik yang banyak, misalnya kita mengisi waktu dengan berkebun di pekarangan, mengajar aerobik bagi ibu-ibu muslimah, membuat kerajinan tangan dari mote, dan sebagainya. Jangan lupa, kreatif itu bukan hanya mencipta sesuatu yang baru, tapi mendayagunakan waktu kita untuk sesuatu yang berguna juga termasuk kreatif. Misalnya daripada nonton telenovela atau sinetron yang nggak mutu itu, kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti yang saya contohkan di atas. Bahkan, membaca pun bisa jadi sesuatu yang kreatif kalau kita sungguh-sungguh. Karena dengan membaca, kita kreatif menambah wawasan dan pengetahuan kita.

So untuk para cewek, untuk mengasah kreativitas kita tidak perlu berpusing-pusing mencari terobosan baru yang mengguncangkan dunia. Cukup perhatikan keadaan sekeliling kamar kita dulu, adakah sesuatu benda yang seharusnya sudah waktunya dibuang ? Jangan buru-buru dilempar ke tempat sampah, perhatikan baik-baik adakah manfaat lain yang bisa kita gunakan dari benda itu? Kalau ada, maka cobalah kreatif mengubah benda tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Contohnya disket yang menumpuk di rak meja belajarmu dan udah nggak terpakai lagi. Pilihlah yang masih bisa digunakan, dan sulap yang tak terpakai menjadi kotak tempat pensil/pulpen, kotak perhiasan bahkan hiasan dinding. Bagus kan ?

Sekali-kali tengok lemari pakaianmu! Jika ada celana jeans yang sudah ga dipakai, bisa dimodifikasi menjadi dompet, tas atau tempat majalah. Banyak deh yang bisa kamu lakukan dengan barang-barang bekas di sekitarmu. Tergantung kreativitas kamu. Nah … kreativitas kan kuncinya

Eits, kreatif bukan cuma masalah menjadi pemulung barang bekas saja lo! Membuat metode baru dalam hal memudahkanmu belajar dan menangkap pelajaran, belajar memasak, menjahit dan keterampilan lainnya juga perlu untuk seorang cewek sepertimu. Apalagi nanti jika kita sudah berkeluarga. Kita harus kreatif membagi waktu kita untuk suami, anak, ortu, masyarakat dan diri kita sendiri.

Misalnya, kamu lagi butuh uang untuk membantu biaya pengobatan teman kamu yang kecelakaan. Padahal jatah uang saku dari ortu udah nggak cukup lagi untuk alokasi dana itu. Tentunya kamu mikir kan, gimana caranya bisa menghasilkan uang tanpa mengganggu sekolahmu. Nah … disini kreativitasmu di uji.

Coba apa yang akan kamu lakukan? Jualan bunga karena kamu punya keterampilan membuat bunga. Jasa pengetikan di sebuah rental dekat rumah. Menulis cerpen dan dikirim ke media. Jualan makanan di kost-kost dekat kostmu. Atau usaha lain yang pasti cerdas karena telah kamu pertimbangkan.

Wah, menyenangkan banget apabila melihat seorang cewek yang kreatif. Orang-orang yang seperti ini sangat disenangi di lingkungan, karena dia selalu mampu memberi arti bagi orang-orang di sekelilingnya. Siapa yang ga pengen ?