Banyak orang yang sebel sama orang jaim. Bukan bang jaim tukang bakso yang mangkal di sekolah, tapi ini orang yang senantiasa jaga image alias jaim!

Kenapa orang jaim disebelin ya, kan bagus kalau dia menjaga imagenya, menjaga citra dirinya supaya jangan jelek di mata orang lain. Nah, di situlah masalahnya. Banyak orang yang jaga image hanya di depan orang tertentu saja, biar gengsinya ga turun atau wibawanya ga jatuh. Bisa juga di hadapan cowok yang disenanginya, seorang cewek tiba-tiba tampil mempesona, padahal kalau di depan teman-temannya kelakuannya minus banget.

Jadi kita sepakat ya, kalau kita benci banget sama orang yang bermuka dua dan plin plan begitu. Padahal kalau memang dia ingin citra dirinya baik, seharusnya itu menjadi akhlak yang terpatri dalam dirinya, bukan dibuat spontan pada saat ada maksud tertentu sama orang.

Tapi, nggak selamanya jaim itu jelek, ada juga jaim yang positif lo …

Contoh kasusnya ada cewek berjilbab panjang dan rapi tapi di jalan tertawanya ngakak dan nggak bisa direm. Pas dia sadar bahwa hal itu akan berpengaruh pada image dirinya dan diri muslimah berjilbab pada umumnya, dia lalu segera beristighfar.

Ada juga cowok yang menolak minum-minuman keras karena ia takut kepada Allah, nggak peduli imagenya di mata gengnya jatuh, yang penting imagenya di hadapan Allah tetap terjaga. Keren kan ?

Sebenarnya, image yang terbangun pada diri seseorang itu tergantung bagaimana selama ini dia bersikap. Dan saat mengambil sikap, harusnya orang itu tahu mengapa dia melakukan sikap itu. Misalnya nih, sikap seorang cewek yang memutuskan untuk tidak berpacaran. Dia tahu kalau pacaran itu nggak ada manfaatnya dan membuka peluang zina. (ingat pengertian zina! Zinanya mata dengan melihat yang haram, zinanya tangan dengan menyentuh yang haram, dsb). Kemudian saat tidak berpacaran, dia harus menjaga citra dirinya sebagai muslimah yang berakhlak baik. Nggak pacaran itu bagus, tapi kalau hubungan sama temannya nggak baik, ya sama juga. Artinya, perilakunya belum sepenuhnya baik.

Nah, membangun image positif itu memang susah, harus seiring dengan sikap kita sendiri. Kemudian kita harus mendasarkan sesuatu jangan hanya menurut image orang, tapi ada pandangan yang lebih dari Atas sana. Kita mati-matian jaga image dalam pandangan orang tapi jika dalam pandangan Allah hal itu tidak berkenan, justru dosa yang akan kita dapatkan. Maka, merasalah selalu bahwa pandangan Allah lah yang paling utama, di atas pandangan semua manusia.

Jadi, bersikaplah wajar dalam hidup ini. Akhlak seseorang itu ada dan terpatri dalam diri melalui proses yang panjang, tidak instant langsung jadi saat kita membutuhkannya. Kepada siapapun dan dimanapun kamu berada tunjukkanlah sifat terbaikmu, karena itu memang adanya kamu! Dan tentu saka, dalam kerangka taat pada-Nya.