Setiap saat para pemuda muslim pada hari ini merasakan panggilan syahwat seksual yang diucapkan oleh lisan atau keadaan seorang wanita ‘marialah kesini’. Maha Suci Allah yang telah meneguhkan dan menjaga mereka.

Nun jauh di sana, ada pemuda yang belajar di negara-negara barat. Menetap disana selama bertahun-tahun dan tidak terjerumus ke dalam jaring wanita yang rusak. Wanita fasik tersebut memanggilnya, tetapi ia mampu menepisnya dan menjaga dirinya.

Pemuda seperti itu merupakan tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Demikian pula, ia merupakan mukjizat dari mukjizat-mukjizat iffah (penjagaan diri) yang pernah diberikan kepada Nabi Yusuf, yang dipuji Allah melalui surat yusuf pada waktu seorang wanita yang tergila-gila lagi rindu kepadanya berseru ‘marilah ke sini’.

Saat ini, dunia dipenuhi syahwat, perhiasan, keindahan dan keelokan. Di dalamnya bermukim kaum wanita, tempat-tempat hiburan, para penyulut berbagai permusuhan dan fitnah. Sementara yang mampu melindungi seorang pemuda dari itu semua ialah wanita shalehah. Shalehah dalam setiap aspek, bukan hanya shalehah simbolnya saja, seperti memakai jilbab.

Parameter sebagian wanita ialah agamanya secara keseluruhan. Selama ia memegang agama, ia akan mendapat jaminan masuk surga. Ia akan tetap dalam keadaan seperti ini, berdendang dan bernyanyi di depan suaminya.

Wanita shalehah ialah wanita yang mengerti bagaimana cara meraih hati suami, mampu menjaganya dari berbagai fitnah dunia, dan mencegah pandangan suaminya atau keberpalingannya kepada selain dirinya. Di samping itu, istri shalehah ialah istri yang mampu membuat suaminya senang tatkala datang serta menjaga diri dan hartanya di kala tidak ada. Dengan hal itu, suaminya pun bisa mengendalikan dirinya dengan disertai kerinduan kepadanya di dalam keterasingan dan tidak berpaling kepada yang lain.