Mengapa sapu tangan ini berada di atas kepalamu sat anda berada di dalam rumah anda? Padahal, hijab diperintahkan hanya ketika di hadapan laki-laki asing. Mengapa pakaian masak yang berbau bawang merah ini, anda kenakan saat suami datang? Apakah anda merasa khawatir terhadap rekan wanita sekantor? Gigi-gigi apakah ini yang di dalamnya masih terdapat sisa-sisa telur, sayur-mayur, dan makanan? Bau asam apakah ini yang tercium dari leher sewaktu berpelukan?

Bahkan, saat suami anda merasa tercekik, ingin berpisah , dan mengajukan perceraian, anda malah pergi ke dukun dan tukang sihir agar mengembalikan keharmonisan rumah tangga. Padahal, sebenarnya anda memiliki daya pikat yang halal tetapi anda tak sadar.

Ada suami yang berkata, bahwa di dalam rumahnya terdapat dua lemari es dan salah satunya ialah istrinya. Suami yang lain berkata, ‘aku telah memandikan (membolak-balik) jenazah di atas ranjang tidur’. Suami yang yang lain berkata ‘aku jadi tidak bisa membedakan antara daging dan kayu’. Orang keempat berkata ‘ia membaca mushaf di bawah sinar lampu tidur’. Sementara orang kelima berkata ‘ia selalu tidur sesudah makan dan setelah itu tak tahu lagi apa yang terjadi’.

Kepada istri yang mulia! Sesungguhnya, kamar tidur itu memiliki kesibukan dan kesenangan, sedangkan aktivitas terakhirnya ialah tidur. Allah Swt berfirman :

“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta”. (QS. Yasin : 55-57)