Salah satu bahasa yang indah dan berlaku dimana-mana selain bahasa tarzan adalah bahasa senyum. Bener deh, cobain aja kamu masuk ke pedalaman di amazon dan nggak ngerti bahasa mereka. Dengan bahasa senyum, kamu bisa berkomunikasi dengan mereka dan insya Allah kamu akan bisa memulai hubungan yang baik.

Sebetulnya yang namanya senyum itu sangat murah meriah, gratis malah! Tapi kok banyak yang malas memberikannya ya? Atau senyum menjadi mahal karena harga BBM naik dan kurs dollar melambung? Nggak ada hubungannya kan?

Terseyum donk, nabi bersabda bahwa senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Tuh… hanya dengan senyum aja Allah udah menilainya dengan sedekah. Itu kan artinya dapat pahala, asyik banget kan?

Tapi jangan mentang-mentang senyum itu sedekah terus kamu jadi malas bersedekah dengan uang beneran. Masa ada yang minta sumbangan buat masjid atau anak yatim kamu hanya ngasih senyum doank. Sampai dunia kiamat pun kalau semua orang berprinsip seperti itu, masjidnya nggak akan jadi-jadi dan anak-anak yatim jadi terlantar.

Walaupun begitu senyum pun harus mengenal sikon. Ya kira-kira ja donk, masa nggak ada orang kamu senyum-senyum sendiri, adayang ngajak ngoong kamu cuma senyum nggak jawab-jawab, dirampok juga senyum. Itu sih udah harus dipertanyakan arti senyummu itu. Hehehe…

Yang patut kita ingat adalah tersenyum lain dengan tertawa. Begitu juga dalam pandangan agama kita, Nabi Muhammad saw sendiri tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum. Dalam islam, tertawa terbahak-bahak sampai kelihatan gigi gerahamnya hukumnya makruh, sedang tersenyum hukumnya sunnah.

Hal itu bukan berarti kita tidak boleh tertawa, tapi maksudnya adalah jangan berlebih-lebihan dalam urusan yang satu ini apalagi tanpa sebab atau menertawakan nasib buruk orang lain. Terlalu banyak tertawa akan mematikan hati dan melupakan kita untuk mengingat mati.

Dalam satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda “ perbanyaklah kamu sekalian dalam mengingat sesuatu yang melenyapkan segala kelezatan, yakni maut”

Nah, perbanyaklah senyum untuk saudaramu karena itu adalah sedekah. Sebaliknya kurangilah tertawamu karena kita tidak akan pernah tahu bagaimana kesudahan kita di akhirat nanti.

Tersenyum akan membuat kita awet muda. Mengapa demikian? Karena dengan senyuman, orang bisa menghadapi masalah hidup dengan lapang dada, selalu bergembira. Dia tidak menjadikan masalah yang ada sebagai beban sehingga harus ditangisi dan diratapi. Lalu menurut para pakar, otot yang digunakan orang untuk tersenyum itu lebih sedikit daripada saat marah.

Kita pasti pernah melihat kan wajah orang yang lagi marah? Merah, tegang dan otot-otot mukanya kelihatan. Ini selain akan membuat orang cepat stres, dia juga akan cepat tua. Tidak secara usia sih… tapi wajahnya kelihatan tua. Lagipula, orang marah tuh dalam kendali setan. Mereka terbahak-bahak kalau ada orang yang marah. Makanya kalau kita sedang terbakar emosi, cepat-cepat aja mengambil air wudhu biar sejuk dan hati dingin.

Kembali ke senyum, sering-seringlah tersenyum, bahkan saat menghadapi masalah hidup yang begitu pelik. Cobalah menganggap bahwa ini bagian dari ujian Allah Swt pada hamba-Nya. Senyum akan mengurangi beban hidup kita, juga akan menambah sikap optimistis! Yakin saja, sambut hari selalu dengan senyummu!

Iklan