Ada kalanya dalam hidup kita terselip file-file yang berisi kesalahan-kesalahan dan keterpurukan kita dalam kelamnya kehidupan. Ya, kita memang hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa.

Tapi akankah kita betah berlama-lama dalam lingkarang kesalahan yang tiada berujung, kembali mengulang-ngulang kesalahan yang sama sementara satu kesempatan untuk keluar dari sana masih terbuka? Ingat, selagi kita masih hidup, selalu ada kesempatan dan peluang yang akan kita dapat. Hanya saja peluang tanpa disertai dengan kemauan kita untuk memanfaatkan peluang tersebut akan percuma adanya.

Seorang muslim tidak boleh jatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, keledai aja nggak bakalan seperti itu kan? Sebagai manusia, kita pasti mempunyai kesalahan baik itu besar maupun kecil, tapi jangan pernah menyepelekan dosa kecil karena yang kecil-kecil jika disepelekan akan jadi besar juga.

Bilal sahabat Nabi saw pernah berkata “janganlah engaku melihat kecilnya dosa yang dilakukan, tapi lihatlah besarnya perintah Allah yang engkau langgar”

Lalu masihkan kita enggan bertaubat kepada Allah hanya karena malu atau takut taubat kita tidak diterima Allah? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat.

“Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur” (QS. Al-Baqarah : 52)

Kenapa kita masih ragu untuk mulai membersihkan diri kita padahal “sungguh kebenaran itu adalah dari sisi Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu”

Maka mulailah dari sekarang membersihkan diri kita.

mohonlah kekuatan kepada Allah untuk bisa berhenti dari perbuatan dosa dan maksiat. “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Baqarah : 257)
mohon ampunan kepada Allah atas segala kesalahan-kesalahan kita. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al-Baqarah : 286)

“(Yaitu) orang-orang yang berdo’a: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imron : 16)
bertaubat dengan taubatan nasuha, artinya taubat yang sebenar-benarnya taubat. Ia tidak saja memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosanya tapi berani meninggalkan perbuatan buruk itu tanpa kompromi lagi dan siap dengan segala konsekuensi yang akan dihadapinya.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui” (QS. Ali Imron : 135)

“Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-berlebihan dalam urusan kami , dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Ali Imron : 147)

Nah, setelah kita melakukan taubatan nasuha dari segala perbuatan buruk kita dan telah say goodbye pada masa lalu yang kelam, tidak ada yang lebih baik dari hijrah ke arah yang lebih baik lagi. Selamat tinggal masa lalu, kita akan melangkah ke masa depan yang jauh lebih baik.

Biarlah masa lalu menjadi file-file bagian kehidupan kita, sebuah x-file yang akan menjadi monument untuk kita dapat berbuat lebih baik lagi.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah : 186)