Saya terkejut dan merasa sedih, tatkala mengetahui dari satu masa ke masa terdapat seorang muslim yang disihir agar ia berpisah dari istrinya. Anehnya, orang yang melakukan sihir itu sebagian wanita yang memakai jilbab.

Setan yang merasukinya mengatakan melalui lisan orang yang dirasukinya “sesungguhnya, aku tidak dapat meninggalkannya lantaran ada wanita penyihir telah menyihirnya”. Ternyata, wanita penyihir yang dimaksud tersebut meletakkan sebuah sapu tangan di atas kepalanya seraya mengatakan “aku telah berjilbab”.

Ia tidak mengerti sihir adalah kekafiran dan pelakunya akan kekal di neraka. Sebab sihir tidak akan berhasil, kecuali dengan menaati jin serta dengan tindakan-tindakan tukang sihir yang tidak diridhai Allah Swt.

Selain hal di atas, adapula yang melakukan kesyirikan. Sampai-sampai saya pernah menyaksikan salah seorang dari mereka tatkala melakukan pengobatan dan bacaan, ia berdiri di depanku dan bersujud kepada jin penyihir. Ia tidak sadar apa yang sedang ia kerjakan.

Semua itu merupakan pengaruh sihir yang karenanya Allah Swt mengajari kita agar meminta perlindungan darinya. Allah Swt berfirman :

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq : 1-5)

Wanita-wanita yang meniup pada buhul-buhul maksudnya ialah para wanita yang mengolok-olok.

Firman-Nya :

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaiu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya . Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfa’at. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 102)

Waspadalah terhadap tipuan yang besar ini yang telah membuat pelakunya kekal di neraka. Allah Swt berfirman :

“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia dating” (QS. Thaha : 69)

Firman-Nya :

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, Itulah yang sihir, Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan” (QS. Yunus : 81)