Sudah sering kita lontarkan masalah ini mengenai persoalan Dajjal dan berbagai fitnahnya. Sekiranya ada seorang dukun/paranormal yang memiliki satu saja dari keajaiban (misalnya menyembuhkan orang buta), niscaya akan banyak orang datang berbondong-bondong untuk memohon berkahnya. Praktek perdukunan dan dunia paranormal yang kita saksikan saat ini benar-benar sudah puncaknya. Mereka tidak tinggal di puncak-puncak gunung atau di hutan-hutan yang sepi. Tapi dukun-dukun dan orang pintar itu sudah berani buka praktek di tempat umum dan mewah (hotel dan mall). Publikasi mereka bukan sebatas mulut ke mulut, tapi sudah merambah ke era media elektronik dan media massa, bahkan sebagian yang lain sudah memasuki dunia cyber. Tempat-tempat kediaman mereka sedemikian ramai di kunjungi oleh orang-orang yang membutuhkan. Sebagian mereka ada yang membangun pemondokan dan vila-vila kecil untuk melayani para tamu yang antri saat menunggu giliran panggilan. Padahal sebagaimana yang sering kita dengar, banyak sekali dari mereka yang sebenarnya hanya dukun palsu, dukun lepus dan sebagiannya dukun cabul yang hanya ingin memanfaatkan kelemahan para pasiennya. Namun tetap saja jumlah pengunjung dukun-dukun seperti itu kian hari kian marak merajalela.

Jika seperti itu keadaannya, lalu bagaimana jika orang-orang yang terbiasa menggadaikan keimannya itu berjumpa dengan Dajjal? Bagaimana jika mereka diberitahu bahwa Dajjal tidak pernah meminta hadiah atau uang untuk balasan, Dajjal hanya menginginkan kita beriman kepada Tuhan semesta alam? Apalagi dalam ritualnya, Dajjal tetap memerintahkan setiap orang agar konsisten dengan ajarannya masing-masing. Lalu hanya dengan modal yakin seperti itu, tiba-tiba penyakitnya sembuh, matanya yang buta dapat melihat kembali, kanker hilang, yang lumpuh bisa berjalan, bahkan yang sudah mati bisa dihidupkan untuk beberapa saat lagi. Siapa yang tidak tertarik dan siapa yang akan menolak pemberian “Cuma-Cuma” itu? Siapa yang tidak tergiur dengan tawaran menarik ini?

Bayangkan sekiranya suatu ketika ada tetangga kita yang menderita lumpuh bertahun-tahun, atau matanya sudah tidak dapat melihat lagi, tiba-tiba ada seorang pengikut Dajjal mendatanginya. Ia kemudian berkata kepada yang lumpuh itu, “wahai kawan, saya memiliki kenalan orang sakti yang bisa menyembuhkan penyakit lumpuhmu hanya dengan sekali usapan. Jika engkau mau akan saya antarkan ke tempat orang itu. Kalau kamu punya masalah atau problem lainnya atau masalah ekonomi, orang itu juga mau membantu dan bisa membuat dirimu kaya”. Kira-kira apa jawaban si lumpuh itu? Jika ia adalah seorang yang lemah iman sudah pasti ia tidak akan menolak tawaran itu. Jangankan orang yang lemah iman, seorang muslim yang aktif beribadah pun belum tentu bisa menolaknya.

Bukankah sering terdengar orang yang melakukan bunuh diri hanya karena sakit yang kunjung sembuh? Seorang ibu rumah tangga bunuh diri karena ditinggal pergi suami? Seseorang bunuh diri karena hidupnya dililit hutang dan beratnya beban hidup? Jika dalam kondisi depresi seperti itu tiba-tiba “dewa penolong” datang dan menawarkan solusi dari semua problemnya, akankah ia berani menolak tawarannya?