Dajjal memiliki pendukung yang sangat banyak, namun pasukan inti Dajjal adalah orang-orang yahudi yang memang sudah lama menanti kehadirannya. Keberadaan Dajjal di akhir zaman akan membuat banyak orang berangan-angan bisa berjupa dengan Dajjal dan menjadi pengikutnya. Terlebih saat Dajjal menunjukkan berbagai Khawariqul ’adah kepada khalayak ramai, maka akan datang ribuan bahkan jutaan manusia yang terkagum-kagum dengan apa yang ditunjukkan Dajjal. Dalilnya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Khuzaifah Ibnul Yaman, ia berkata : Rasulullah saw bersabda, ‘akan datang suatu masa kepada manusia, dimana mereka mengangankan bertemu dengan Dajjal’ saya bertanya, ‘wahai Rasulullah saw mengapa mereka melakukan demikian?’ beliau bersabda ‘karena penderitaan dan penderitaan yang mereka alami’.

Demikianlah, beratnya penderitaan hidup yang di alami oleh banyak manusia telah menyeret mereka untuk menjadikan Dajjal sebagai solusi dari berbagai persoalan hidup yang mereka rasakan. Setiap orang yang merasakan kenikmatan pemberian Dajjal akan menyebarkan berita tersebut dari mulut ke mulut, sehingga semua orang mengetahui adanya seseorang yang mampu membantu setiap persoalan manusia.

Bukti lain yang menunjukkan bahwa banyak manusia yang berbondong-bondong menemui Dajjal adalah saat Dajjal mendatangi madinah, dan dirinya sudah berada di tempat berbatu, maka ia menghentak-hentakkan kota madinah. Saat itu madinah bergetar lalu setiap manusia yang memiliki kenifakan akan keluar menemui Dajjal dan menjadi pendukungnya. Orang ajam juga banyak yang mendukung Dajjal, juga orang turki dan manusia dari berbagai negara yang kebanyakan orang-orang arab dusun.

Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat “sesungguhnya, tiada suatu daerah/wilayah pun melainkan ancaman Dajjal pasti sampai kepadanya, kecuali madinah (saat itu ia memiliki tujuh pintu masuk), di setiap pintu jalan menujunya terdapat dua malaikat yang menjaganya dari ancaman Dajjal. Sehingga ia tiba di tanah yang lembab (lereng-lereng gunung yang lembab, kemudian ia memukul-mukul bagian depannya). Kemudian kota madinah berguncang berikut penghuninya sebanyak tiga kali. Sehingga, tiada seorang munafik baik laki-laki atau perempuan melainkan datang menemui Dajjal. Dengan begitu, guncangan tersebut dapat menghilangkan keburukan (kejahatan) darinya sebagaimana semburan api pandai besi dapat menghilangkan kotoran besi. Dan hari itu di sebut hari keterbebasan (yaumul khalash), dan yang paling banyak menemuinya adalah kaum perempuan”

Namun pendukung utama Dajjal adalah 70.000 yahudi asbahan yang berpakaian tanpa jahitan, juga diikuti suatu kaum yang bermuka gelap seperti tembaga. Mereka inilah pengikut paling setia dan sisa-sisa yahudi yang terus bersama Dajjal hingga akhirnya berjumpa dengan Imam Mahdi dan pasukannya. Kaum yahudi terus memberikan dukungannya kepada Dajjal dan membelanya, hingga mereka sendiri dihancurkan oleh kaum muslimin dalam peperangan terakhir di Palestina.