Rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya, menjelang terjadinya kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir. Sebaliknya, pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia menjadi kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada yang berjalan cepat. Maka patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian dan pukullah pedang kalian dengan batu. Jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik diantara dua anak Adam”. (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil). (HR. Abu Dawud)

Dalam sebuah hadist disebutkan, “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu dari sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbitnya tanduk setan” (HR. Bukhari)

Ini merupakan peringatan penting bagi setiap muslim, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda dekatnya akhir zaman. Untuk skala lokal, barangkali yang paling nyata adalah fenomena fitnah kesulitan hidup, kemiskinan dan kesengsaraan yang menyebabkan seseorang menukar agamanya. Juga godaan dunia yang dikemas sedemikian menggiurkan bagi siapapun yang mencicipinya. Sehingga siapapun yang tidak memiliki ketahanan iman, sangat mungkin merubah imannya dalam bilangan hari.

Namun diantara berbagai fitnah yang dinubuwatkan oleh beliau, tidak satu pun fitnah yang lebih berbahaya, lebih dahsyat, dan lebih keras efek yang ditimbulkannya melebihi fitnah Dajjal. Hal itu sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, “wahai sekalian manusia! Sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan keturunan Adam yang lebih besar dari fitnah Dajjal, sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya tentang fitnah Dajjal”. (HR. Bukhari)